"Be who you are and say what you feel, because those who mind don't matter, and those who matter don't mind." (Bernard M. Baruch) | "Writing is not just a process of creation. It is also a process of self-discovery” (Cristina Istrati) \^_^/
Sabtu, 30 Maret 2013
Sebuah Refleksi
Saat ini sedang kehabisan ide untuk
mempersiapkan bahan khotbah Paskah bersama Komisi Sekolah Minggu GKI Salatiga
bersama panti Asuhan Dharma Bakti. Hampir satu minggu lamanya uring-uringan
mempersiapkan diri tapi sampai saat ini materi dan metode penyampaiannya belum
ketemu. Mungkin karena saya menganggap remeh hal ini atau karena memang otak
saya yang tidak bisa bekerja optimal.
Di
tengah kekalutan karena kehabisan ide, saya menulis tulisan ini. Mungkin memang
saya tengah diajar bahwa khotbah di Sekolah Minggu sama pentingnya dengan
Khotbah Mimbar sehingga harus dipersiapkan dengan maksimal. Atau juga mungkin
Tuhan sedang menegor saya bahwa yang penting bukan kemampaun dan kepintaran
saya dalam berkhotbah tapi kesediaan mendengar apa maksud Tuhan dan kemudian
menyampaikan maksud itu pada anak-anakNya. Atau Tuhan sedang mengajar saya
(rasanya ini alasan yg paling tepat) bahwa berdiri sebagai pelayan firman bukan
untuk menunjukkan bahwa metode penyampaian saya ‘keren’, kata-kata saya mampu
‘meneduhkan hati’ orang lain terutama GSM, perkataan saya membangun, saya
kelihatan ‘bijaksana’ ketika berkhotbah dan supaya mereka memuji saya lagi. Ya,,,
saya sedang berada dalam kesombongan rohani karena terlalu banyak dipercayai
jemaat, teman-teman dan orang sekeliling. Saya sedang SOMBONG!! Saya MERAMPAS
kemuliaan yang seharusnya milik TUHAN. Saya merasa sayalah pusat dari pelayanan
saya. Saya bahkan TERLALU SOMBONG untuk mengaku salah.
Maafkan
saya Tuhan…. Engkau mempercayaiku terlalu banyak dan aku menjadi congkak.
Harusnya aku bersyukur bahwa Engkau memakaiku, bahwa Engkau melayakkanku, bahwa
Engkau mempercayakan tugas pelayanan ini padaku. Ini semua hanya semata-mata
anugerah. Dan aku lupa menyadari hal ini. Aku berpikir akulah yang hebat
padahal tidak. Ampunilah aku Tuhan…
Bantu
aku mengembalikan kemuliaan padaMu, layakkan aku kembali menjadi saksiMu,
pakailah aku memberitakan kabar sukacitaMU besok hari, bantulah aku meluruskan
motivasiku. Kalau Engkau tidak memakai aku, maka sia-sialah seluruh usahaku
hari ini. Railah kembali aku, nona, yang terlalu congkak ini kedalam tangan
kasihMu.
Senin, 25 Maret 2013
Perpisahannnn :(
Satu
per satu teman-teman angkatan mulai meninggalkan Salatiga. Hal yang paling
berat dari perpisahan adalah bahwa kita akan terpisah jarak ruang dan waktu.
Namun ada harapan bahwa kita akan selalu dapat berkomunikasi lewat dunia maya
dan alat elektronik. Thanks Tuhan untuk kemajuan teknologi ini. Semalam Meko
meninggalkan Salatiga. Sedih rasanya apalagi melihat teman-teman nangis
terutama Lastri. Namun separuh jiwa akan benar-benar pergi jika yang
meninggalkan Salatiga adalah teman-teman dari Indonesia bagian Barat dibanding
NTT. Kapan akan bertemu mereka lagi? Bagaimana jika mereka berpelayanan di
tempat yang gak ada listrik dan sinyal? Tapi satu hal yang pasti bahwa Tuhan
menjamin mimpi-mimpi besar kami untuk melayaniNya dan harapan bahwa suatu kali
kelak kami akan bertemu di tempat yang baru dengan status dan pengalaman yang
baru.
Gak
bisa membayangkan jika saatku yang tiba untuk meninggalkan Salatiga.
Meninggalkan semua asam manis berkuliah di tempat ini. Terlalu banyak
pengalaman hebat di sini: galau, jatuh cinta, persahabatan, persaudaraan,
pergumulan, mimpi, dan pelajaran. But life must go on. Kita harus pergi
menyebarkan kabar baikNya agar tugas pemanggilan kita menjadi nyata di dalam Dia.
Sebab untuk itulah kita semua dipanggil berkumpul di tempat ini dan menjadi
keluarga besar WAO (We Are One). Meski perpisahan adalah kenyataan yang pahit
dan sulit, kita memang harus berdiri atas pilihan ini. Kurasa Tuhan melatih
kita bagaimana rasanya kehilangan dengan memanggil pulang kak Ardiyana
Padjadja. Dengan semangat bahwa ia ada dan bersama sama dengan kita dalam
setiap perjuangan dan pengalaman kita, teman-teman yang meninggalkan Salatiga
pun akan demikian. Mereka pergi tetapi semangat kebersamaan dan kasih
persaudaraan akan terus ada di antara kita :)
Mari
mengejar mimpi masing-masing, mengukir pengalaman-pengalaman baru bersama Tuhan
supaya ketika kita bertemu kembali ada kisah baru yang kita ceritakan. Semoga
akan ada undangan pernikahan yang sampai di tanganku yang di bagian bawahnya
tertulis: “turut mengundang ‘keluarga besar Teologi 2008’” :) Penasaran
kira-kira siapa di antara kita yang akan menuju pelaminan terlebih dahulu,
siapa yang dapat tambahan gelar Pdt terlebih dahulu, siapa yang sampai di kursi
PGI terlebih dahulu (ini mimpi konyol tapi masa depan kita siapa yang tahu?)
Mungkin memang guyonan kita tentang ‘sampai bertemu di sidang PGI’ akan jadi
kenyataan. Ya someday, somewhere mungkin
kita akan duduk di sebuah meja bundar yang sama :). Ahhh su kehabisan kata-kata
untuk menulis. Terima kasih banyak teman-teman boleh mengenal kalian semua :)
terimakasih kalian menjadi bagian dari satu kisah hebatku di Salatiga. Sadar
gak sadar pertanyaan-pertanyaan kalian seputar kuliah yang menuntut penjelasan
membuat saya belajar lebih giat dan menaruh minat yang tinggi terhadap teologi.
Saya sebenarnya tidak se-bisa yang kalian pikir tapi karena kalian mempercayai
saya, saya bisa menjadi Ris seperti hari ini (kalian gak tahu kalo tiap kali
kalian bertanya saya juga buka buku dan membaca untuk memberi penjelasan yang
logis buat kalian, hehhehhe) terimakasih temans :) Sa sayang kalian smua
kuat-kuat.
Jumat, 22 Februari 2013
Pintu Berikutnya
Woaaaaaa.............
Akhirnya tiba di tahap masa2
penggalauan skripsi dan ‘engko’ itu selesai juga. Yeiiii... God is good all the
time. Pintu satu selesai pintu berikutnya menanti.
Namun harus diakui, masa
penulisan skripsweet itu adalah masa terindah di tahun 2012, masa jadi penunggu
perpus, masa nangis2 gak jelas setelah bimbingan, masa belajar jadi rendah
hati, belajar mendengarkan, disiplin, dan terutama belajar menerima ‘kekalahan’.
Tidak pernah lupa bagaimana rasanya ‘terkalahkan’ di malam 11, Oktober 2012
ketika esok harinya harus menyaksikan teman2 diwisuda sementara engkau tahu
dengan pasti bahwa kau juga pantas berdiri disana bersama mereka. Tapi malam
itu membuatku belajar banyak tentang ‘berjiwa besar’, menerima ‘kekalahan’
dengan jiwa lapang, bukan karena tidak pantas tapi keran belum saatmu.
Dan memang benar, waktu Tuhan
bukan waktu kita. Saat itu menjadi sangat indah di 5 Desember 2012 ketika pada
akhirnya 7 huruf itu resmi ditambahkan di nama belakangmu J. It was a
red letter day. Lulus dengan predikat terpuji dan apresiasi dari babe
pembimbing: “skripsi dengan kualitas tinggi”. Wow.......... rasanya semua kerja
keras, air mata, dan beban skripsi selama beberapa bulan terbayar lunas. Memang
benar, untuk sesuatu hasil yang maksimal dan berkualitas, dibutuhkan proses
yang berat dan waktu yang cukup.
Pada akhirnya, aku melihat diri
sendiri sebagai perempuan dengan kualitas tinggi. Sangat tidak salah ketika
memutuskan memilih YBS sebagai dosen pembimbing tunggal. Sangat bangga dengan
pencapaian ini. Ya, 1 pintu berhasil dilewati.
Sekarang pintu kedua menanti:
habis ini kemana????
Galau lagi, bingung lagi,
gelaaaappppp >;<
Saat ada semangat membara dan
bersiap-siap mengembangkan sayap melakukan ziarah intelektual, babe YBS dengan
sangat entengnya berkata: “mimpi kalian TERLALU sederhana. Sepanjang hidup saya
telah melatih diri untuk berkuliah TIDAK untuk mencari GELAR tapi BERANI
BERMIMPI BESAR”. Semangat si ia babe, tapi siapa mau menjamin??
Saat-saat begini, memang hanya
ada satu orang yang pantas dimintai petunjuk: Lord Jesus. Mau diutus kemana?
Jadi apa? Bagaimana caranya? Hanya DIA yang tahu. So, mari berserah penuh :).
Dan mengenai si ‘engko’ aku rasa
waktuku sudah habis denganmu :)
Benar, cinta pesona memang harus
digiring ke kasih yang dewasa :)
Tapi bahwa kehadiranmu adalah
anugerah terindah dari Tuhan juga tidak akan terlupakan olehku. Thank u so
much. Dirimu sangat membantuku memaknai setiap hal yang kulakukan. Mari mengembangkan
sayap masing-masing. Jika suatu saat kita bertemu lagi, kita pasti akan duduk
bersama mengenang ‘perjalanan’ di suatu masa ini dan bersyukur pada Tuhan atas
pertemuan kita :)
Dan thanks God aku naik
tingkattttt dalam hal relasi : “Aku berhasil melewati ini dengan sempurna. Dia
sempurna di tangan kiriMu, tapi Engkau masih mempunyai tangan kanan :) seseorang
lain yang sempurna”.
Rabu, 07 November 2012
Kenapa?
Banyak hal yang terjadi. Banyak dari kejadian-kejadian itu yang juga tidak tuntas dimengerti. Kadang-kadang ini membuatku mengagumi betapa indahnya hidup ini. Kita perlu air mata, senyum bahagia, kegalauan, kebersamaan, relasi, cinta, kehilangan, persahabatan untuk membuat hidup ini jauh lebih indah. Meski tidak pernah menyesali setiap kejadian yang ada, namun ada saat dimana aku bertanya-tanya "kenapa harus terjadi?" "kenapa harus dia?" "tidak bisakah ceritanya sedikit berbeda?" hah!! tapi ini kenyataannya. Suka tidak suka harus diterima dan dinikmati. Hidup memang seperti itu.. Semakin banyak hal tidak dimengerti, hidup ini makin lebih indah.
Tidak peduli betapa keras aku berusaha, selalu saja pada akhirnya kembali pada titik awal. Selalu saja begitu. Ya, tapi harus diakui juga, dia mengajarkan banyak hal dan ini berita baiknya. Berita tidak baiknya adalah bahwa cepat atau lambat dia akan segera menghilang :(. Tapi hidup harus tetap berlanjut, kan? Suatu saat aku pasti akan menertawakan 'kebodohan' ini, tapi tidak sekarang. Tapi, hey dimana pun 'engko' berada aku merindukanmu... banyak hal yang terjadi yang aku juga gak ngerti. Tapi orang-orang pernah bilang: "kalau memang harus 'bertemu' lagi, cinta selalu akan tahu jalan pulangnya". Pulang selalu berarti kembali pada seseorang yang membuatmu nyaman. Tapi bagiku, nyaman saja tidak cukup. Banyak hal perlu dipertimbangkan dan ini bagian sulitnya. Setiap orang selalu menginginkan yang terbaik bagi hidupnya terutama bagi masa depannya dan 'engko' pun pasti begitu. Maka baiklah masing-masing kita berusaha menjadi yang terbaik dalam segala hal, karena kita tidak dapat menuntut seseorang yg terbaik bagi kita jika kita tidak bersiap menjadi yang terbaik bagi seseorang itu. Jika pada akhirnya jalan untuk kita pun tidak ada maka pasti ada seseorang yang lain yang jauh lebih pantas bagi masing-masing kita :).
But, overall I thank God for letting us meet.
Kamis, 23 Agustus 2012
Wow..............
Wow.........
Sepertinya adalah kata yang tepat untuk menggambarkan seseorang yang selama ini kamu kenal tapi sebenarnya tidak terlalu dekat
Dan saat udah kenal dekat kamu terpesona dengan wawasannya yang luasnya pake bangett bahkan mengalahkanmu yang notabenenya adalah mahasiswi Teologi..
wow... wow................
Terpesona, tanganga, kagum dan heran dengan semua gagasan dan pengetahuannya tentang dunia teologi..
Cowok jenis ini yang namanya keren.........
Pertama kali bertemu cowok yang wawasannya jauh lebih luas dari bidang yang harusnya lebih kamu kuasai pasti benar-benar akan membuatmnu terpesona..
Jenis ini yang saya cari ^___^
5 jempol untuk dia (y) (y) (y) (y) (y)
Dan satu hal lagi:
berprinsip
Ini baru cowok...
You are so awesome, kakak (y)
kereeeen deh pokoknya
la la la la la.....
Rabu, 18 Juli 2012
Haissssssssssssssss........
Hoaaaaammmmmmmmmmmmmmmmmm
>_<
Capek,
lelah, jenuh, bosan atau apalah namanya itu, setiap kali berkutat hanya pada
hal yang sama. Kalau mau mencari siapa yang salah, siapa ya? Kayaknya memang
gak ada yang salah. Lalu kenyataannya seperti ini, ulah siapa? Pengen banget
ada di saat-saat kepala dan otak ini tanpa beban, perasaan ini tidak sensitive,
dan suasana hati yang selalu penuh damai sejahtera dan membiarkan segala yang
terjadi di sekelilingku sebagai angin lalu. Masalah yang satu ini memang paling
ribet sedunia.. Kalau mau dipikir secara kritis (ciyeehhh…) gak banget deh
masalah yang satu ini bikin aku jadi kayak gini, ckckckckkc gila yahh!! Kalo
kayak gini, aku pengen liburan aja ke rumah, di sana aman, tanpa beban apa-apa
dan gak ada ‘makluk’ yang menyebabkan semua ini… Mama papa………… pengen pulang :(
Coba
kalau masalahnya yang elit kayak skripsi gini oke, lah ini malah tentang ‘tanganga’,
terpesona, kagum, atau apalah terhadap manusia yang gak bisa dijelasin alasannya
>>>_<<<. Hoeeeeee……………. Walaupun kadang-kadang berpikir, aku
kayak orang gila aja, uring-uringan gak jelas, haisssss!! Seandainya…. Masalah ini
seperti laci, pasti lacinya sudah aku kunci rapat-rapat dan kuncinya ku buang
jauh-jauh biar lacinya gak pernah kebuka lagi!
Kalau
masalah yang satunya ini elit sih, si Skripsweet tapi juga menguras tenaga dan
emosi. Apalagi kalo dapat sms kayak gini: “Ade, katanya Merry udah ujian ya? Kamu
kapan, sayang?” Hoaaammmmmmmmmmm si kakak pertanyaannya nusuk bangettt. Atau pertanyaan
kayak: “Nona sudah mau ujian kah?” Atau pertanyaan yang paling khas dari papa: “Ina,
sudah bab berapa?” Yang tanya sih enak, yang jawab nih bingung jawab apa. Sabarlah
bagi yang bertanya-tanya, aku belum menikmati skripsweet ini, ntar juga kelar
kog :)
Lalu
pertanyaan besar dan mendasar dari hatiku yang paling dalam: “habis S1 aku kemana
ya?” Vicaris? Ahhh terlalu menyeramkan, aku gak siap. Lanjut S2, udah telat
kalo tahun ini. Kerja? Mau dimana? Bahkan untuk selanjutnya aja aku gak
bermimpi untuk ada di jemaat. Semakin ke sini makin gak niat terjun ke jemaat. Rasanya
teologiku gak berkembang kalo harus ada di jemaat. Dunia akademis malah jauh
lebih menarik perhatian dan minat sekaligus menantang. Masalahnya, kalo lulus
tahun ini aku kemana ya? Haks haks haks hanya Tuhan yang tahu. Tapi, dari pada
tamba pusing pikir habis ini kemana, mari selesaikan dulu si Skripsweet ini,
biar langkah selanjutnya dapat dipikirkan :)
Langganan:
Postingan (Atom)