"Be who you are and say what you feel, because those who mind don't matter, and those who matter don't mind." (Bernard M. Baruch) | "Writing is not just a process of creation. It is also a process of self-discovery” (Cristina Istrati) \^_^/
Minggu, 06 Oktober 2013
Apakah ku jatuh cinta??
Dia yang (tak) ku sukaDia yang (tak) ku dugaTak pernah ku menyangkaApakah ku jatuh cinta
Dia yang sesungguhnya(Tak) mungkin ku terimaApakah ku jatuh cintaKu jatuh padanya
Bersamamu itu (tak) mungkinSungguh (tak) mungkinOh mungkinkah?Rasa ini apa namanyaSungguh ku tak mengertiApakah ku jatuh cinta?
Kadang dia ga pekaGayanya suka norakTapi ku tak kuasaApakah ku jatuh cinta
Mengapa dia buatku bertanyaApa yang terjadi di dirinyaInginku lupakanTapi hati berkata...
Bersamamu itu (tak) mungkinSungguh (tak) mungkinOh (tak) mungkinkahRasa ini apa namanyaSungguh ku tak mengertiApakah ku jatuh cinta?
Sengaja diberi kurung beberapa katanya. Lagu ini cocok untuk menggambarkan saat-saat gila kalo jatuh cinta :p
(Apakah ku jatuh cinta by Sherina ft. Vidi Aldiano)
Jamboreeeee
Cihuiiii akhirnya ikut penjelajahan juga ^^
Harusnya ini postingan kemaren tapi berhubung aku nginap di perkemahan dan pulsa modemnya habis jadinya semalam gak bisa posting apa-apa. Bukan maksud hati bolong posting T.T
Untuk menebus potingan kemaren aku akan posting foto-foto kegiatan kemaren aja
Kemaren kegiatan yang aku ikuti adalah penjelajahan. Medannya naik turun gunung, melewati kebun kacang tanah, sawah kering, kebun cabai, dan jalan yang rusak. Karena salah sepatu kakiku lecet-lecet padahal sepatunya pake yang flat dan termasuk mereka terkenal jadi kualitas terjamin namun ujung-ujungnya lecet juga karena gak pake kaos kaki ditambah cuaca yang benar-benar siap membakar. Yang lucunya, di medan yang gak bersahabat seperti itu ada seorang kakak pembina cewek yang pake pantofel berhak lumayan tinggi. Eksis si iya, tapi medan kayak gitu bergaya??? Ckckckkck
![]() |
| Penjelajahan pake pantofel :p |
![]() |
| Padahal medannya kayak gini |
![]() |
| Pantofel di sawah? Ckckckc |
Aku aja lecet, gimana kakak pembina yang tadi ya?
Oh ya, penjelajahan kali ini disuguhi pemandangan yang indah oleh Tuhan. Gak berhenti mengagumi buatan tanganNya.
![]() |
| Gunung Sumbing |
![]() |
| kebun kacang tanah |
![]() |
| regu cewek |
![]() |
| regu cowok |
Walaupun kaki lecet-lecet tapi ini penjelajahan menyenangkan, pengalaman baru ^__^
Jumat, 04 Oktober 2013
Bebaskan, bebaskan, bebaskaan....
Salam pramuka!!!!!
Itulah kalimat yang sering banget kudengar hari ini. Yup karena sepanjang hari ini aku mengikuti Jambore Penggalang SD/MI Gugus Depan Kota Temanggung. Ruamenyaaa poll... Ada sekitar 1000an peserta dan kakak pembina/pendamping. Ada begitu banyak tenda dengan beragam kreasinya. Ada yang bela-belain membuat kolam ikan kecil di depan denda, hiasan-hiasan dari barang bekas, bahkan ada yang didesain seperti kantin (sebuah meja dengan berbagai persediaan makanan untuk konsumsi tenda tersebut). Ciri yang paling menonjol dari semua tenda adalah hampir semua tenda memasang pagar di sekeliling tenda. Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa bisa bertemu pembina pramuka dari sekolah-sekolah lain. Bahkan sempat bertemu seorang guru yang juga berasal dari Sumba Barat tepatnya di Waikabubak. Oh ia, ini pertama kalinya dalam hidup aku ikut jambore pramuka. Selama SD-SMP-SMA aku gak pernah ikut karena waktu di SMP ibu asramanya galak dan jarang banget mau memberi ijin keluar sore.
![]() |
| Saat hasta karya, pionering, melukis |
![]() |
| Dan akupun narsis ^^ |
Ini sebagian kisah hari ini yang
membuatku tak melanjutkan menulis tentang buku Barry Chant. Maafkan aku, aku
gak sempat membaca hari ini. Terlalu banyak hal yang harus dilakukan, persiapan
jamboree, persiapan mengajar sekolah minggu buat minggu besok
(menggunting-gunting aktifitas), persiapan bahan khotbah untuk remaja, hasilnya
malam ini ganti topik :)
Tapi ada sebuah percakapan hari
ini yang mengingatkanku tentang tulisan beberapa hari yang lalu: The Image of
God (2) Penguasaan. Inti tulisan itu
adalah kita harus dapat menguasai diri kita, menguasasi respon dan reaksi kita
terhadap suatu hal, termasuk mengendalikan keadaan.
Hari ini aku belajar
sesuatu yang lain dari tulisan tersebut. Seringkali kita ‘mengijinkan’ orang lain menguasai kita,
bertindak semena-mena terhadap kita dan kita merasa itu adalah hal yang
sewajarnya terjadi bagi kita. Persoalan ini akan makin rumit jika mereka yang
nampaknya menguasai kita ‘nampak’ memiliki segalanya. Kenapa ‘nampak’ memiliki
segala-galanya? Karena secara materi mereka memang berlebihan namun secara
kasih mereka adalah orang yang perlu dibimbing untuk lebih mengasihi sesama,
memanusiakan manusia, melihat sesama sebagai sesama manusia.
Mengapa orang lain tampak begitu mudah mengendalikan kita, bahkan mengambil-alih pilihan-pilihan kita, dan menyodorkan kita sesuatu untuk kita makan tanpa kompromi terlebih dahulu? Karena kita membiarkan mereka. Kita merasa kita di bawah mereka sehingga mereka 'berhak' melakukan apa saja pada kita. Sungguh sebuah pemahaman yang salah. Kita memakai standar dunia untuk menilai mereka dan diri kita sendiri. Kita memakai standar harta, kedudukan, nama baik untuk mematok seberapa bernilainya mereka dibanding kita. Padahal seharusnya ukuran yang kita pakai adalah nilai kemanusiaan. Mereka manusia, kita manusia. Mereka gambar Allah, kita juga. Hello... kita gak bisa terus-terusan merasa rendah diri karena jabatan kita rendah. Selama kita merasa seperti itu, selama itulah kita mudah sekali dikendalikan, kita akan menjadi 'seseorang yang dapat dibooking kapan saja' dan gak punya kebebasan menentukan mana yang menjadi pilihan kita. Marahlah jika memang harus marah, proteslah jika memang harus begitu, lalu bebaskan diri dari rasa rendah diri dan pemahaman bahwa orang lain selalu lebih hebat dari dirimu. Perasaan rendah diri dapat membunuh semua potensi yang kita miliki. Hormatilah seseorang karena memang ia patut dihormati sebagai refleksi dari gambar Allah bukan karena setiap label yang ada padanya. Percaya deh, aku pernah mengalami ini. Capek tahu kalau bermanis-manis menghormati seseorang karena label-labelnya. Aku selalu berkata dalam hatiku ketika bertemu seseorang yang punya label banyak: dia manusia, aku manusia, so what??? Haruskah saya berbungkuk-bungkuk di depannya untuk menghormatinya? No, thanks. Hal penting yang patut diwaspadai adalah jangan sampai kita menjadi budak uang. Jangan sampai hal ini terjadi. Sekali kita terjebak di dalamnya selamanya kita diperbudak uang.
Ayoo angkat kepala, tegakkan pandangan, Allah tidak menciptakan kita lebih rendah dari orang lain. Sebaliknya Allah justru memberi kita kemuliaan dan perasaan berharga. Jangan biarkan orang lain menguasai kita, mengendalikan pilihan-pilihan kita dan jangan berikan kebebasan kita pada mereka. Yakinkan dirimu dan pikirkanlah seberapa berharga engkau di mata Allah :)
Lirik lagu ini akan menolong kita berefleksi
Who am I that You are mindful of me?
Who am I that You sent Your love on me?
You're my Creator King
Tmg, 23.02. ris
Kamis, 03 Oktober 2013
The Image of God (3)
Allowwww...... selamat malam kamis bagi pembaca manis (^_^)
Tulisan hari ini masih menyambung tulisan dua hari kemaren. Kali ini aku akan membahas buku Barry Chant tentang kualitas Allah yang ketiga, yaitu kreatifitas. Sebelum masuk ke pembahasan Chant aku ini ingin bercerita tentang pengalamanku hari ini. Hari ini aku menghadiri rapat panitia Natal di tempat kerjaku. Rencananya natal akan digelar pada bulan Desember sebelum liburan natal. Budget untuk acaranya gede dan disitu dituntut kreatifitas kegiatan. Dan setelah dirumuskan, acaranya cukup padat. Dan sepertinya ini pertama kali sekolah ini mengadakan natal akbar dengan melibatkan semua civitas sebagai pengisi acara. Harapannya tidak ada satupun dari baik murid, guru, karyawan yang tidak terlibat dalam acara ini. Membayangkannya aja aku rada mumet tapi di sisi lain aku excited banget. Kenapa? Karena ini ajang aku berkreasi ^_____^. Heheehhe aku memang orangnya suka banget mengurusi sesuatu apalagi di seksi acara. Ada tantangan tersendiri ketika harus mempersiapkan sebuah acara yang baru dan beda dari sebelumnya. Makanya aku paling malas menghadiri rapat yang hampir sebagian panitianya adalah panitia tahun sebelumnya dan kalimat yang selalu terlontar adalah "kalau tahun lalu.... kalau dulu...." dan hanya mengulang konsep acara dengan mengganti hari/tanggal/tahun. Basiiiiii!!!! Gak kreatif. Satu hal yang kutemui disini adalah mengenai pembicara. Rata-rata jika seorang pembicara terkesan di hati maka jangan heran kalau tahun yang akan datang, pembicara ini akan diundang lagi. Menurutku, kalo udah tahu/dengar gaya bicaranya ngapain diundang lagi? Yang lainlah, biar kita ganti suasana. Tapi justru memang banyak orang 'terlanjur' jatuh hati dan stay di zona nyaman.
Gambar di atas banyak benarnya. Kreatifitas butuh keberanian/keteguhan hati. Kita gak akan pernah bisa kreatif kalau gak berani ambil resiko. Selain pengalaman rapat, aku punya pengalaman yang lain. Tanggal 19 Oktober mendatang akan diadakan Ibadah Musikal bagi remaja-remaja di gereja dan aku yang menanganinya. Berminggu-minggu aku berkutat dengan liturginya dan sampai hari ini pun belum jadi juga namun tadi kami sudah sempat latihan. Gerejaku GKI jadi selama ini musiknya berbeda sama gereja-gereja karismatik yang full band. Setiap kali remaja GKI diundang ke gereja Karismatik ciri khas yang mereka tampilkan adalah lagu-lagu pop kontemporer dengan full band. Kali ini aku mencoba menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda bagi remaja-remaja (kebetulan aku yang koordinir acaranya dan kami mengundang gereja-gereja lain). Aku ingin menunjukkan ciri khas GKI dan memperkenalkan mereka dalam sebuah ibadah yang dikemas dalam sebuah refleksi yang menyatu dengan musik, lagu, drama dan khotbah.
Menawarkan sesuatu yang baru tidak mudah. Tapi ini yang dinamakan kreatifitas. Dan harus memiliki keteguhan hati/keberanian. Aku kuatir dengan acara ini? Iya. Banyak pertanyaan bahkan keraguan di hatiku: berhasil gak? Mampu dipahami oleh jemaat remaja gak? Sampe gak tujuan kita? Dapatkah suguhan musik 'slow' ini menyentuh hati remaja diluar GKI? Aku kuatir, aku takut. Tapi aku gak boleh berhenti! Aku gak akan pernah tahu kegiatan ini sukses kalau aku gak pernah mencoba. Ide menampilkan sebuah ibadah musikal tanpa seorang MC adalah ide yang nekat. Bagaimana mungkin sebuah ibadah yang bernada KKR bisa tanpa seorang MC? Tapi balik lagi, aku gak akan pernah tahu kalau gak mencoba dan bukankah sesuatu yang baru yang disebut kreatif itu selalu bermula pada ide-ide konyol?
Lihat yukk apa kata Chant tentang hal ini...
3. Kreatifitas
Semuanya dibawa Allah kepada manusia itu untuk melihat nama apa yang akan diberikannya kepada binatang-binatang itu. Itulah asal mulanya binatang di darat dan di udara mendapat namanya masing-masing (Kej 2:19b - BIS)
Sejak awal Allah telah memberikan sebuah hak istimewa pada manusia yakni kreatifitas. Bayangkan bagaimana kreatifnya Adam memberi nama semua tumbuhan dan hewan. Bahkan ketika ditempatkan di taman Eden pun Tuhan berpesan 'usahakanlah...' Ini berarti sebuah kepercayaan dari Allah. Allah ingin kita kreatif menggunakan semua keterampilan yang kita punya.
Mengapa banyak orang hidup dalam kebosanan setiap hari? Karena gak kreatif. Kita boleh menjalani runitintas yang sama setiap hari tapi cara dan bagaimana kita berutinitas itulah yang menentukan bosan/tidaknya kita. Seringkali kita terjebak dalam pemahaman: ini kan cuma pelayanan, biasa saja. Padahal tahukah kita ada satu dari sekian banyak orang yang gak berpikir demikian?
Lewi Pethrus mendirikan sebuah gereja Filadelfia pada tahun 1930 dengan kapasitas tempat duduk untuk 3.000 orang di Stockholm. Untuk membangun sebuah bangunan seperti itu di puncak Depresi Besar Swedia sangatlah tidak mungkin tapi mereka berhasil membangunnya. Ketika mereka mencoba mengumpulkan uang di bank untuk membangun gereja lainnya, mereka ditolak. Hasilnya mereka malah mendirikan sebuah bank yang mereka operasikan sendiri dan masih berdiri hingga hari ini. Dengan cara yang sama mereka juga berhasil menerbitkan sendiri surat kabar harian Dagen yang sudah dipublikasikan di stan-stan surat kabar di seluruh negeri. Selain itu, program rehabilitasi Pentakosta Swedia bagi para pecandu nalkohol begitu efektifnya, sampai-sampai pemerintah telah menginventigasinya secara resmi untuk mengetahui rahasia keberhasilan mereka.
Luar biasa, bukan? Bayangkan kalo saat ini ada 10 saja orang-orang kreatif seperti Lewi... Sejak awal Allah memang telah menaruh kreatifitas dalam diri kita. Pertanyaannya: maukah kita mengolahnya? Mungkin kamu sedang dalam kebosanan terhadap suatu hal, dan membutuhkan ide-ide kreatif. Cari dan temukan dalam dirimu. Potensi itu sudah ada sejak lama, hanya kadang-kadang kita gak menyadarinya.
Mulailah dari hal kecil, kreatif menata tempat tidur, cara berpakaian, dan kreatif menata hidup.
Hidup menurut gambar Allah berarti hidup secara kreatif.
Tmg, 23.07. ris
Rabu, 02 Oktober 2013
The Image of God (2)
Selamat malam….. \^__^/
Apa kabarnya??? Hari ini hari kedua dari #tantanganmenulis31hari
bersama seorang kakak. Dua hari ini jadi semangat banget mikir mau nulis apa
dan sisi positifnya (bahkan jadi cara paling ampuh) adalah aku bisa membaca
minimal 5-6 lembar buku per harinya. Mengingat kesibukan yang sangat padat
akhir-akhir ini aku hampir-hampir gak pernah menyentuh buku-buku teologi di rak
bukuku kecuali kalau akan membuat khotbah. Na, tantangan ini justru membuatku ‘rajin
membaca’ lagi. Big thanks for that big sister :*
Tapi sebelum menulis lanjutan buku semalam, aku pengen
cerita pengalamanku sepanjang hari ini. Masih seperti biasa sih koreksian
numpuk, anak-anak yang menyenangkan, dan kesibukan di gereja. Namun ada
beberapa yang perlu kuceritakan. Tadi waktu ngajar di kelas 4 aku bertanya pada
siswaku: “apakah kalian pernah kuatir?” hampir semua mengacungkan tangan. Setelah
ku tanya satu per satu, hasilnya adalah sebagian besar dari mereka sangat
menguatirkan ‘perpisahan’ (perceraian, red) papa dan mama mereka. Aku shock. Aku
memang sudah tahu dari awal bahwa di kota ini angka perceraiannya cukup tinggi
dan sebagian besar anak-anak yang kulayani memang adalah korban broken home. Tapi mendengar langsung
dari mulut mereka hari ini tak pelak juga mulutku terbuka lebar. Jadi berpikir
untuk menulis tulisan khusus tentang “perceraian dan mempersiapkan kehidupan
pernikahan yang penuh komitmen”. Ditunggu ya, semoga tulisannya jadi dalam
waktu dekat.
Pengalaman kedua hari ini adalah mengukur baju paduan
suara di gereja. Aku kuatir dengan lebar pinggangku yang bertambah terus setiap
ngukur baju. Perasaan kemaren-kemaren hanya 71 sekarang malah udah 78. Sayangnya
itu pada baju-bajuku yang emang ngepas
di badan, lama-lama gak bisa kepake juga nanti. Ahh sudahlah daripada galau
mending aku cerita tentang bagian kedua dari buku Creative Living.
2. Penguasaan
Barry Chant menulis bahwa Allah ingin kita mempunyai rasa penguasaan. Bagi banyak orang hidup ini diluar kendali mereka. Tujuan hidup kelihatan didikte oleh sesuatu kekuatan di luar diri mereka. Para psikolog mengatakan bahwa ini adalah penyebab stress yang utama. Padahal dalam Alkitab dicatat: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Manusia diperintahakan Allah untuk berkuasa. Hal ini jangan dipahami dalam pengertian manusia berkuasa mengeksploitasi bumi ini. Tidak. Mari kita bergerak lebih dekat pada lingkungan kita. Allah memanggil kita untuk berkuasa atas apa yang terjadi pada diri kita.
Barry Chant menurut saya menggambarkan hal ini dengan sangat baik dalam beberapa kisah hebat, yakni kisah para martir kristen yang paling menegangkan: dibakar, disalib, disiksa, dilempar untuk dimakan binatang buas tapi mampu menguasai. Ketika disiksa nampaknya mereka kehilangan kendali. Tapi kenyatannya justru sebaliknya. Sepanjang mereka dapat bernyanyi dan memuji Tuhan dengan gembira dalam menghadapi siksaan yang kejam, maka bukan para penyiksa mereka yang benar-benar mengendalikan keadaan tapi mereka yang disiksa.
a. Blandina (Sta. Blandina) martir di Lyons
![]() |
| St. Blandina |
Blandina diikat di sebuah tiang gantung, dipamerkan untuk dimakan binatang-binatang buas. Dia seolah-olah tergantung di atas salib, berdoa sungguh-sungguh, dan meyakini bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk menderita bagi Kristus maka tidak satupun dari binatang buas itu yang menyentuhnya. Luar biasa bukan?? Wow......
Tak sampai disitu. Karena penganiaya gemas, Blandina akhirnya diturunkan dari tiang gantungan dan dimasukkan ke dalam penjara. Blandina melihat semuanya itu sebagai panggilan jamuan makan malam dari Tuhan. Puncaknya adalah ia dicambuk, dilepmarkan ke binatang buas lagi, didudukkan di kursi panggangan, akhirnya ia dimasukkan ke dalam jaring dan dilemparkan ke hadapan seekor banteng. Ia sangat tersiksa namun ia tidak merasakan apapun juga sebab ia telah menyatukan penderitaan dengan Kristus. Bahkan orang kafir pun mengakui keteguhan hati dan imannya.
b. Polikarpus (St. Polikarpus) martir di Smirna
![]() |
| St. Polikarpus |
Seorang pria tua, uskup di Smirna. Ia sedang dipertontonkan di kerumunan orang yang haus darah. Orang-orang membujuknya, mereka berkata: "apa susahnya berkata. Tuhan Kaisar, dan selamatkan hidupmu?" Ia tetap tidak bergeming. Ia akhirnya digiring ke stadion dengan luka bagian depan kakinya terpotong dan terluka parah akibat didorong dengan paksa dari kereta kuda. Tetapi tiba-tiba terdengar suara tak bertuan dari langit yang juga didengar oleh banyak orang: "jadilah kuat polikarpus, bertindaklah sebagai laki-laki."
Ketika tiba di depan komandang militer romawi, komandan itu masih berusaha membujuknya: "perhatikan usiamu, bersumpahlah demi kaisar jenius dan katakan 'singkirkan orang-orang atheis'". Namun Polikarpus dengan wajah agung melihat ke arah seluruh kerumunan orang dengan hanya mengatakan: "singkirkan orang-orang atheis". Tetapi komandan itu memaksanya: "bersumpahlah dan aku akan melepaskan engkau, kutuklah Kristus". Dengan tenang Polikarpus berkata: "saya telah melayaniNya selama 86 tahun dan belum pernah sekalipun ia berbuat jahat pada saya, bagaimana mungkin saya dapat mengutuk raja yang menyelamatkan saya?" Pengakuan bersejarah ini tentu saja membuatnya segera dibakar ditiang gantungan.
Wow..... hebat ya mereka berdua ini. Menurutmu, siapa yang mengendalikan/menguasai keadaan? Para penganiaya atau kedua martir itu? Tentu kamu tahu jawabannya. Mereka berdua membuktikan bahwa meskipun tampaknya semua orang melawan kamu, kamu masih dapat mengontrol dirimu sendiri, reaksi-reaksimu dan nasibmu. Ini pengertian menguasai.
Ohh ya satu lagi contoh, Tuhan Yesus ketika di hadapan Pilatus.
"Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?" ( (Yoh 19:10)
Yesus menjawab Pilatus:
"Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas" (Yoh 19:11)
So, sekarang kita tahu kualitas kedua yang Allah berikan bagi kita adalah PENGUASAAN. Kita yang harus berkuasa atas setiap hal yang terjadi dalam diri kita dan kita berkuasa menentukan reaksi seperti apa yang harus kita tunjukkan. Orang boleh nampak 'menguasai' kita tapi jika kita kuat di dalam Gambar Allah kitalah yang akan menguasai penindas kita.
Ini penting karena akan berdampak pada lingkungan tempat tinggal kita. Contoh kecil dalam dunia pekerjaan. Jika kita melihat orang lain (bos, atasan) sebagai penguasa kita wah celaka... Ini berbahaya sebab kita tidak dapat mampu menunjukkan kualitas Gambar Allah yang ketiga, apakah itu????
Nantikan tulisan besok yaaaa :)
Semoga tulisan ini menguatkan dan menginspirasimu
Selamat malam
Tuhan Yesus, Guru Sejati kita menemanimu malam ini ^__^
Selasa, 01 Oktober 2013
The Image of God (1)
Lama banget
gak nulis di blog ini. Selain karena sibuk banget juga bingung mau nulis apa. Banyak
gagasan di kepala tapi menuangkannya sulit apalagi menemukan satu waktu khusus
untuk menulis. Sepanjang minggu dari pagi hingga malam jadwalku padat. Pagi-sore
di sekolahan, sore-malam di gereja, bahkan weekend pun kuhabiskan di gereja. Kadang-kadang
sempat ngeluh dan protes entah harus sama siapa, namun inilah dunia kerja:
banyak tanggung jawab. Sepanjang hari-hariku di kota ini kuhabiskan semuanya
melayani Tuhan. Orang muda lainnya gak kayak aku, mereka bebas menikmati
weekend, bersantai ria, sementara aku hampir-hampir gak punya waktu buat diriku sendiri. Tiap hari aku berpikir keras menemukan jawaban bagi 'pertanyaan' ini. Lalu aku sampai pada sebuah kesimpulan (lupa tepatnya kapan). Kesimpulannya gini: "aku bersyukur di masa mudaku Dia mempercayakanku banyak hal dalam pelayanan. Walaupun aku belum banyak pengalaman tapi Dia mempercayakan pelayanan ini padaku. Pergi pagi, pulang malam: sungguh ini sebuah kesempatan emas. Mungkin suatu saat di masa tuaku atau setelah aku menikah nanti aku gak punya waktu sebanyak sekarang untuk melayaniNya. Jadi, saat ini selagi aku single, belum memikirkan siapa-siapa, masih belum terikat dengan siapa-siapa, dan memiliki waktu penuh untuk melayaniNya, aku rela, sungguh aku rela berada di kesibukan-kesibukanku yang padat saat ini. Dia menganggapku layak bahkan membuatku merasa tersanjung dengan menjadikanku parternya." So, guys kalau kamu saat ini sedang sibuk dengan jadwal pelayanan yang padat bersyukurlah, kamu mungkin gak akan mendapat kesempatan kayak ini lagi di masa depan. Ada kutipan indah mengenai ini: 'waktu terbaik untuk melayani Tuhan adalah waktu masa muda', kenapa? Karena setelah menikah, mungkin kamu akan sibuk mengurus keluarga, anak-anak dan kesibukan lainnya.
Oh ia aku mau cerita kenapa aku menulis lagi padahal sedang sibuk-sibuknya dengan jadwal yang padat. Ini berawal dari ajakan lebih tepatnya tantangan dari seorang teman juga kakak untuk menulis selama 31 hari ke depan. Pokoknya nulis apa aja, jadilah aku menulis lagi. Tadi sempat kepikiran pengen nulis apa terus aku ambil satu buku dari rak buku dan membacanya. Judulnya 'Kehidupan Yang Kreatif' dalam judul bahasa Indonesia, penulisnya Barry Chant. Tahu gak? aku baca halaman-halaman pertama buku ini di toilet loh tadi sore, wkwkkwkwkw. Entah mengapa, bagiku toilet itu tempat terbaik untuk membaca. Biasanya di sana aku lebih berkonsentrasi membaca apalagi semasa kuliah dulu, toilet adalah tempat belajar paling manjur.
![]() |
| Semangattt melayani, orang muda ^_^ |
![]() |
| Oppsss..... ada saingan :p |
Kembali ke
buku tadi ya, aku ingin menceritakan bab pertama dari buku ini. Barry menulis
di prolog mengenai 'Hidup Menurut Gambar Allah'. Ia mulai dengan mengutip Kej
1:26-27 "Berfirmanlah
Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,
supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan
atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap
di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut
gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka." Sangat jelas kita diciptakan menurut gambar Allah tapi bukan dalam arti fisik. Allah itu Roh, jadi ayat ini berbicara mengenai kualitas spiritual atau personal. Na, kata gambar biasanya digunakan untuk menyampaikan ide mengenai suatu refleksi, seperti seorang melihat dirinya sendiri dalam cermin. Sehingga ketika Allah menciptakan kita segambar dengan Dia, Dia ingin kita merefleksikan kualitasNya.
Apa saja kualitas Allah?
1. Kemuliaan
2. Penguasaan
3. Kreatifitas
4. Persatuan
Berhubung aku baru membaca bagian 1 dan 2 aku hanya akan bercerita tentang bagian satu aja dulu di postingan kali ini, bagian dua besok ya, biar besok ada bahan juga :p
Semoga belum bosan yaaaa ^_______^ rada teologis soalnya
1. Kemuliaan
Saat menciptakan manusia, Allah melengkapinya dengan perasaan mulia yang lebih besar dibandingkan makluk lainnya. Kalo ciptaan lain setelah diciptakan, Alkitab menyaksikan Allah berkata: 'baik' maka sesaat setelah menciptakan manusia Alkitab menyaksikan bahwa Allah berkata: 'sungguh amat baik' (coba deh periksa Alkitabmu di Kej 1:31). Cek juga Mazmur 8:6,7
'Namun Engkau
telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan
kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu;
segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya.'
Jelas sekali Allah ingin kita menyadari bahwa kita ini diberi kemuliaan dan karena itu Allah mau kita bangga, berdiri tegak, dan tinggi dalam Dia. Karena hanya dengan memahami bahwa kita ini gambar Allah, maka kita menemukan perasaan harga diri baru yang sehat.
Barry memberikan satu contoh kisah yang mampu menjelaskan hal ini dengan lebih baik:
'Cliff adalah seorang pemuda yang masuk ke kolese di mana saya mengajar. Ia segera menarik perhatian, khususnya para gadis! Ia tinggi, berambut hitam dan tampan - pria impian para gadis. Jika kita mengetahui perasaan mulia, maka hal itulah yang dimiliki Cliff. Saya sangat terkejut mengetahui beberapa bulan kemudian bahwa Cliff pernah dikucilkan oleh masyarakat selama bertahun-tahun. Ia pernah menjadi pecandu narkoba, pecandu alkohol dan seorang yang berpindah-pindah tempat. Hidupnya tidak teratur dan acak-acakan. Pada suatu hari, ia bertemu dengan pemuda di jalanan dan kemudian duduk dengannya di sebuah bar hotel dan pemuda itu berbicara dengannya mengenai Kristus. Beberapa hari kemudian, pemuda yang sama itu datang ke flat milik Cliff dan menghabiskan beberapa jam memberitakan kabar baik. Hasilnya adalah Cliff memberikan hidupnya bagi Kristus. Pemuda asing itu tinggal sampai larut malam dan pulang sebelum Cliff bagun keesokan harinya. Cliff tidak mengetahui di mana pemuda asing itu sekarang. Tetapi kini ia menjadi seorang yang baru. Ia mempunyai perasaan mulia.'
Wow... luar
biasa bukan??? Hanya dengan menyadari bahwa kamu ini mulia, hidupmu berubah. Kalo kita sadar kita ini mulia, gak ada yang bisa meremehkan kita, kita gak hidup lagi dalam pandangan yang salah (pandangan orang tentang kita) tetapi bagaimana Allah memandang kita. So, kalo kamu baca postinganku ini, tarulah tanganmu di dada dan katakan: "aku mulia karena gambar Allah jelas terpatri di dalam diriku."
Rabu, 21 Agustus 2013
Proses Berat : Hasil Oke
Judul di atas menggambarkan apa yang mau kuceritakan di tulisan ini. Tapi sebelum cerita tentang itu, aku mau cerita pengalamanku hari ini dulu. Semalam kan aku rapat di gereja sampe malam banget. Rapat kelar jam 22.30 sedangkan aku masuk kos jam 23.00 padahal seharian juga di skolahan dan gak istirahat sama sekali. Gimana gak? Paginya jam 7 udah harus tiba di sekolah, pulangnya jam 15.30 tapi berhubung di skolahan gak sempat makan siang jadinya dengan gemetar karna kelaparan aku sama teman guruku makan bareng di sebuah tempat makan di samping pusat perbelanjaan di kota ini. Selesai makan udah jam 16.30 trus aku pulang. Sampe kos bukannya istirahat, aku malah ngebut mengetik notulen rapat sie acara untuk rapat semalam. Jam 18.00 aku ke gereja buat rapat dan masuk kos lagi jam 23.00. Kebayanglah gimana remuknya tubuh ini. Sampe kos malah harus menggarap beberapa materi dan alhasil ketika saatnya tidur aku bolak-balik gak bisa tidur karena kasurnya pake kasur kapuk, gak pake tempat tidur, lantai dingin lengkaplah kondisi kasurnya yang memprihatinkan ini. Biaya per bulan untuk bayar kos jauh lebih mahal dibanding kos lamaku di salatiga tapi kos di salatiga fasilitasnya lengkap beud, udah pake spons, tempat tidur, ada dapurnya lagi. Ini mah boro-boro, bawa kompor sendiri mennnn..........
ini tempat tidurnya, kayak pengungsian, kan? Ckckckkckc
Tadi itu aku pengen cerita apa to? jadi lupa karena curhat tentang tempat tidur. Oh, aku gak bisa tidur malamnya tapi akhirnya tertidur juga. Pas bangun pagi dan harus ke sekolah, aku tergesa-gesa banget selain karena takut telat, aku berkutat bangun aja rasanya malas banget. Belum lagi ngeluarin motor yang susah. Aku kan baru belajar naik motor, na aku paling benci kalo udah pulang paling malam, dikos ini pasti gak dapat tempat parkir, jadinya dempet-dempetan sama motor lain. Belum lagi motorku kalo diparkir kemiringannya alamakkkk, miring bangettt deh. Kalo pagi, urusan motor ini bisa jadi masalah, udah telat, ngeluarinnya susah pula. Maklum kos ini elit sih (walopun gak seelit isi dalamnya, lihat aja tuh kasur) semua penghuninya udah pada kerja. Kamar bagian atas rata-rata ditempati para coas jadi semua bawa motor pribadi bahkan ada yang bawa mobil segala, untung parkirnya depan kos. ehhh ngelantur lagiii..............Oke lanjutin lagi. Aku berhasil sampai di skolah pukul 06.52. Mepet bangett. Ngajar jam ke-3 sampai jam terakhir. Karena kecapaian dari hari sabtu selalu keluar pagi, pulang tengah malam, aku benar-benar kehabisan tenaga dan semangat pagi ini. Ngajar ogah-ogahan. Udah teler bahkan sebelum pertengahan hari. Tapi tiba-tiba ada kejadian yang sukses bikin aku semangat karena deg-degan.
Aku membuat siswa-siswi kelas 4 muntah-muntah gara-gara menonton sebuah video. Ceritanya aku mau mengajarkan pada mereka tentang mensyukuri pemberian Tuhan bagi mereka karena mereka bisa makan sepuasnya setiap hari sedangkan di belahan dunia lain orang mati karena kelaparan. Video itu kan bercerita tentang beberapa orang yang makan di restoran siap saji seperti KFC, McDonald, dan resto lainnya. Mereka gak menghabiskan makan mereka lalu dibuang di tempat sampah. Lalu datanglah seorang pemungut sampah di restoran itu memilah-milah sisa-sisa daging dan mie dari tempat sampah dan menyimpannya dalam sebuah kantong plastik. Ternyata sisa-sisa makanan tadi dia bawa ke sebuah perkampungan kumuh dimana puluhan anak-anak telah menantikan kedatangannya. Mereka melahap semua sisa-sisa makanan tadi tanpa rasa jijik. Lalu si pengerja tadi membawa sebagaian sisa makanan itu ke rumahnya sendiri. Yang menarik dari keluarga ini adalah dalam kekurangan makanan seperti itu si pengerja yang adalah kepala keluarga mengajak anggota keluarga yang lain untuk berdoa dulu sebelum makan. Ceritanya gitu.
Na................. setelah videonya selesai ditonton, tiba-tiba satu siswa cowok muntah dalam kelas. Aku langsung panik dan melarikan dia ke toilet trus mengantarkan dia ke UKS. Pas balik ternyata 1 kelas sudah di luar semua, beberapa siswa cowok dan cewek sedang muntah-muntah di toilet. Gimana aku gak panik, takut dan bingung? Bagaimana ini? Kalo orang tua mereka marah-marah habislah aku. Jadinya aku malah gak bisa ngajar dan 5 orang anak terbaring di UKS. Benar-benar gak nyangka respon mereka seperti itu. Siswa yang muntah pertama itu ternyata emang paling gak bisa lihat hal-hal yang jorok, cepat mual. Na teman-temannya yang lain tuh muntah karena lihat muntahnya dan mencium aroma tak sedap itu. Benar-benar pengalaman luar biasa hari ini. Untunglah saat makan siang mereka sudah segar kembali dan bisa menikmati makan siang mereka. Oh ia aku bahkan sampe berulang kali meminta maaf pada mereka.
Sekarang aku pengen cerita tentang judul tulisan ini. Tahun lalu aku menulis skripsi bersama kedua temanku yang sekarang kami bertiga ini kami beri julukan 'trinitas' karena pembimbing kami sama. pembimbing kami ini kami panggil 'babe'. Babe satu ini sangat perfeksionis. Tuntutannya tinggi dan sangat disiplin. Skripsiku aja kelar hampir setahun (11 bulan). Bayangkan aja 'trinitas' ujian proposal duluan akhir februari ujiannya awal desember padahal bimbingannya udah dimulai sejak januari loh. Kata babe, skripsi itu harus 9 bulan dan beliau ngitung dari bulan Maret - Desember. Sebelum masuk bab 2, kami harus membaca sebanyak 1200 halaman dalam bahasa inggris dan bahasa indonesia lalu membuat resensi dari bacaan-bacaan itu setelah itu baru boleh menulis draft bab 2. Alhasil, libur paskah dan libur trimester 2 aku benar-benar hanya liburan di rumah. Dari pagi-sore aktifitasku cuma membaca. Dan bab 2 baru kelar setelah hampir 6 bulan. ckckckck. Belum lagi bolak-balik revisi. Asal tahu aja, babe gak pernah ngasih tahu kita harus nulis apa di bab selanjutnya. Dia bilang kita harus kreatif dan berimajinasi. Jadi, berani taruhan deh, skripsiku itu benar-benar murni hasil kerja otakku, bukan transferan ide dari babeku itu.
Waktu berjalan dan akhirnya di saat aku malah udah bosan mengharapkan bakal ujian skripsi, babe memberi kejutan hadiah natal dengan ujian skripsi. Singkat cerita aku akhirnya ujian juga tepat di hari ultah mamaku, 5 Desember 2012. Oh ia mengenai tanggal ini, 5 Desember 2011 yang lalu aku nangis seharian di tempat PPL 6 gara-gara bermasalah sama pembantu di rumah tempat tinggalku dan setahun kemudian Tuhan buat tanggal itu menjadi hari terindah di tahun 2012. Senangnya lagi karna ujian itu skalian jadi kado ultah buat mama.
Aku orang pertama dari trinitas yang ujian, besoknya baru kedua temanku itu. Tahu gak? setelah aku ujian babe tuh nangis sodara-sodari. Babe nangis..... Bagiku itu momen terindah. Gak pernah sekalipun aku lihat babe yang adalah dosen favoritku itu nangis. Mungkin dia teringat ttg Alm. kak Ady yang juga adalah teman seperjuangan kami, mungkin juga karena akhirnya perjuanganku berakhir. Aku ingat kata-kata babe: "selamat Ester, kamu berhasil membuat sebuah tulisan dengan kualitas sangat tinggi, bahkan mahasiswa S2 pun belum tentu bisa menghasilkan tulisan sebagus ini. Selamat karna kamu berhasil mengalahkan diri sendiri, keluar dari zona nyamanmu, bahkan bergumul dan berjumpa secara pribadi dengan Maria Magdalena. Kamu, satu dari sedikit orang yang berani berproses berat. Tulisan seperti inilah yang kuharapkan". Waktu dengar kata-kata ini rasanya semua capek, stress, beban, lelah, keringat, air mata tuh hilang, lepas semuanya. Gimana gak, aku berbulan-bulan jadi penunggu perpus, baca artikel bahasa inggris sampe muntah-muntah saking enegnya sama tulisan2 yang banyak itu, belum lagi harus sabar dengan semua revisi dari babe. Semua itu terbayar melalui kalimat itu ^^ Yup, akhirnya tulisan itu malah membuatku diminta oleh salah seorang dosen untuk mempresentasikan tulisan itu di kelas Metodologi Penelitian Teologi untuk memberikan gambaran dan contoh sebuah karya tulis ilmiah bagi adik-adik angkatan. Sangat bangga dengan kesempatan itu.
Dan hal lain yang tak kalah menariknya adalah saat liburan natal kemaren aku menerima kabar bahwa pada saat rapat redaktur jurnal Waskita, jurnal nasionalnya Fak Teologi UKSW, babe mengusulkan agar tulisanku dimuat di jurnal itu karena temanya tentang "Perempuan Berteologi dalam Konteks Indonesia. Horeeeeeeeeeeeeee.............. ^________^ Seneeeeeeengggggg banget. gak nyangka juga. Ternyata apresiasi babe tidak sebatas ujian skripsi bahkan sampe publikasi segala. Gak kebayang tulisan itu bakal bersanding dengan indah hehehhe di deretan tulisan para dosen, pakar dan orang-orang yang telah lama berkecimpung di dunia tulis menulis. Salah seorang perempuan ini yang hanya bergelar S1 memberanikan diri bersaing dengan tulisan-tulisan para profesional ^_^. Dan jadinya sekarang aku sedang membuat abstract dalam bahasa inggris karena kemaren skripsi itu telah ku edit menjadi artikel 12 halaman.
Semoga artikel ini jadi pancingan untuk karya-karya ilmiahku selanjutnya yaaaa ^^
Dan thank you so much, dear God.
You made everything beautiful in its time....
NB: bagi yang mo nulis skripsi, jangan takut-takut ambil pengalaman kayak aku. yakin deh, proses yang berat menghasilkan kualitas yang gak bisa dipertanyakan lagi :)
Ehh ini aku tunjukkin fotoku sama babe dan pengujiku waktu aku ujian
Kalo yang ini trinitas, foto ini diambil saat aku ujian, sama kayak foto di atas
Oh ia, mereka berdua sudah sukses sekarang. Kalo yang cowok namanya Paul, dia kerja dan kuliah lagi. Jadi guru di salah satu SMA terkenal di Salatiga dan sedang kuliah S2 di uksw juga. Kalo yang cewek namanya Astrid. Dia sekarang sedang melanjutkan studi juga di STT Jakarta.
Ahhh jadi kangen masa bimbingan sama mereka berdua :3
Langganan:
Postingan (Atom)














.jpg)
.jpg)


.jpg)
