Jumat, 25 Oktober 2013

Mama aku ingin pulang

Mama...  
aku ingin pulang
papa....
aku ingin pulang

Aku ingin pulang
menikmati tenangnya rumah
aku ingin berada di rumah
merasakan keteduhan di bawah atapnya

mama....
aku lelah disini :(
aku capek
aku rindu rumah dan keteduhannya
aku rindu senyum mama
aku rindu tepukan hangat papa di pundakku
aku rindu pelukan kalian

papa...
aku baru sadar
ternyata begini rasanya kerja
capek, lelah, nyaris putus asa
aku baru menyadari pengorbanan terbesar papa selama ini
terima kasih, pa

mama...
aku mau pulang
papa...
aku rindu rumah

ternyata lebih indah bekerja satu kota bersama papa mama
maafkan aku yang pergi begitu jauh dan begitu lama
semoga aku bisa merasakan bekerja dan menikmati hidup bersama papa mama

mama...
aku menulis ini saat ini, aku sedang benar-benar lelah
papa...
pinjam pundak untuk bersandar 
lelah :(


papa mama...
ini kerinduan terbesarku:
*aku gak tau apa bisa terkabul*
aku ingin menikmati natal tahun ini bersama kalian 
semoga Tuhan mendengar kerinduanku ini
sebab aku rindu pulang
aku rindu rumah
aku rindu papa mama



tmg, october 26, 2013
13.08

Kemah

Saat ini sedang mengikuti PerJuSab *perkemahan jumat sabtu* di sekolahan. Namanya sih perkemahan tapi gak benar-benar tidur di kemah kog. Tidurnya di ruang kelas, makannya gak masak sendiri, gak ada acara cuci piring, bahkan banyak dari siswa/i ini yang membawa peralatan lengkap, misalnya kasur, bantal, selimut, dan yang bikin geli itu ada seorang anak cowok yang menjadi satu-satunya anak cowok yang bawa kasur sementara teman-teman cowok lainnya hanya menggunakan tikar. 

Aku menikmati malam ini bersama mereka. Api unggun dan talent show tapi juga sambil nyambi ngoreksi hasil UTS. Menikmati indahnya menjadi guru ketika melihat nilai-nilai 100 yang banyak dari sebuah kelas favorit. Melihat nilai-nilai ini semangatku hari ini bertambah. Tuhan memang paling tahu cara menggandakan semangatku di saat aku benar-benar kecapean. Bahkan ketika melihat perubahan dari murid-murid yang selama ini selalu remidi tiap ulangan harian malah mendapat nilai yang paling memuaskan, di luar perkiraanku. Begini rasanya 'berhasil' menjadi pendidik. 

Oh ya mengenai perkemahan, api unggun, dan talent show aku jadi ingat beberapa perkemahan yang pernah kuikuti. Beberapa di antaranya meninggalkan kesan mendalam dan tak terlupakan. 

PIA/PIR *pesta iman anak/remaja*. Acara ini semacam jambore antar gereja. Yang pernah kuikuti adalah PIA/PIR tingkat jemaat dan klasis. Sudah tak terhitung berapa kali aku mengikuti kegiatan ini sejak SD sebagai anak sekolah minggu hingga SMA sebagai guru sekolah minggu. Dulu aku sering banget kebagian lomba PS, Lacak Alkitab, CCA, baca puisi, baca indah dan aksara. Hehheh merasa geli kalo mengingat bahwa lomba CCA pasti dimenangkan oleh groupku (narsis :p). Mungkin ini yang menggiringku sekolah teologi. Momen-momen ini menjadi indah karena ini waku bagiku dan teman-teman untuk menghabiskan banyak waktu dengan teman cowok yang aku sukai :p. Apalagi jika perkemahannya hingga 3-4 hari. Ahhhh kangen masa itu: masa-masa ababil
LMKM *Latihan Menengah Kepemimpinan Mahasiswa* di Java Muncul, Salatiga. Waktu itu datang sebagai utusan dari SEMA Fakultas Teologi UKSW. Pengalaman ini tidak terlupakan bukan karena ada momen-momen romantis atau ababil di dalamnya. Dan jangan membayangkan yang indah-indah. 'Penderitaan' lebih tepat kayaknya. Walaupun sekarang aku mensyukuri 'pelatihan' ini. Bayangkan saja waktu itu musim hujan, tendanya di sawah yang kalo gak 'terpaksa' aku ogah masuk di sawah-sawah itu (untung tidurnya pake sleeping bag), harus masak sendiri, tidak boleh membawa hp, panitia yang galak-galak, hukuman yang siap menanti, dan yang paling luar biasa adalah outbond-nya => outbond terlama yang pernah aku ikuti. Bagaimana tidak? Outbond-nya dari jam 08.00 hingga 02.00 dinihari. Gila gak?? Gila!!! Dari meniti tali di atas pohon, petualangan di tengah hujan dengan rute yang sangaaaaaaaattttt jauh, belum game di air yang penuh ikan dan bikin geli, perang air berwarna di sawah berlumpur, makan malam ditemani nyamuk yang gigitannya kayak jarum suntik, dan outbont penutup yang hanya 5 pos tapi memakan waktu hingga 7 jam (20.00-02.00) lalu tidur dengan atribut lengkap (baju basah, sepatu basah, topi di kepala, dan perlengkapan lainnya yang masih melekat di badan). Baru 2 jam tidur, jam 04.00 sudah dibangunkan plus dimarahi karena hal yang sepele. Trainer-nya marah hampir satu jam yang menurutku gak penting-penting amat. Lalu dengan kepala yang sangat berat, sakit, badan remuk, aku pulang ke kos. Waktu itu cuma berpikir andai aku membawa hp pasti aku sudah menghubungi kakak-kakak di kos untuk menjemputku pulang. Hufttt.... pengalaman itu memang menjengkelkan tapi justru membuatku belajar banyak saat ini. 
Dan yang terakhir (yang lain lupa soalnya) adalah SAL *Sekolah Alkitab Liburan* GKI Salatiga di halaman SMP Kr 02 Salatiga. Agak mirip dengan kemah kali ini karena dulu peserta SAL juga tidur di ruang kelas. Bedanya disini anak-anak sekolah minggu dilatih untuk mandiri dengan mencuci piring sendiri dan semua acara dikemas dalam kegiatan masak-masak. Mereka benar-benar membuat snack sendiri (kue, puding, minuman). Dan aku merindukan masa-masa bersama mereka :3
Yup. Inilah pengalaman-pengalamanku selama berkemah. Senang menemukan momen untuk mengingat peristiwa-peristiwa ini. Terima kasih untuk satu malam perkemahan ini, berhasil membuatku mengulang kembali kisah-kisah di atas lewat kenangan.
Selamat malam (^_^) 
 
 

Kamis, 24 Oktober 2013

Kupu-kupu

Hari ini bersama beberapa GSM dan adik-adik remaja, aku membuat sekitar 200 kupu untuk bahan aktivitas sekolah minggu pada KKR Anak hari minggu mendatang. Gambar ktivitasnya harus sama dengan gambar yang di samping. Bahannya mudah didapat. Kertas manila, hiasan, putik bunga, kawat mercy, malam dan isolasi bening untuk melaminating. Kertas manila dipola seperti pada gambar kemudian digunting dan dilaminating. Proses yang paling lama dan membutuhkan ketelitian adalah proses menggunting pola sebanyak 200an lembar dan melaminating bolak-balik menggunakan isolasi. Proses melaminating harus butuh ketelitian dan kesabaran agar hasilnya halus, isolasinya gak melenceng sehingga terlihat rapih. 

Aku menggunting dan melaminating dengan senang hati. Walaupun sangat banyak. Lalu setelah hampir selesai menggunting semuanya aku baru sadar bahwa aku sedang menggunting kupu-kupu. Ya, kupu-kupu. Aku jadi ingat bagaimana proses sulit yang harus dialami seekor ulat sebelum menjadi kupu. Proses metamorfosa dari ulat => kepompong => kupu-kupu adalah proses yang lama. Dan itu harus terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia, sebab jika manusia ikut campur, proses itu tidak akan sempurna dan kupu-kupu cantik yang diharapkan tidak akan muncul. Ia harus mentaati peraturan jangka waktu yang disediakan baginya untuk dapat bermetamorfosis secara sempurna. 

Lalu aku teringat pengalamanku hari ini. Aku merasa diperlakukan tidak adil. Aku marah. Timbul keinginan untuk berontak. Tapi pengalaman menggunting dan melaminating kupu-kupu sore tadi mengingatkanku tentang bagaimana menjalani proses. Meskipun aku sangat kecewa dan sakit hati dengan kejadian hari ini aku harus melihat semua ini sebagai sebuah proses yang harus kujalani. Sebuah proses bermetamorfosis dari ulat menjadi kupu-kupu. Kadang kita tergoda untuk 'mempercepat' proses, 'membantu' kepompong yang sedang kesusahan melepaskan diri dari 'rumah lamanya'. Namun tindakan itu justru berakibat fatal. 'Pertolongan' itu bisa menjadi mimpi buruk bagi si calon kupu-kupu karena tidak dapat terbang dengan sempurna atau warna tubuh yang jelek. Karena itu, tugas kita memang hanya menjadi penonton. Biarkan proses itu berlangsung, pada saatnya seekor kupu-kupu cantik akan memperlihatkan dirinya. 

Aku harus berproses seperti kupu-kupu tadi. Walau sakit hati dan kecewa, aku mau belajar menjalani proses. Tetap setia di dalam waktuku bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Akan tiba waktu yang tepat. Kupu-kupu akan memperlihatkan keindahannya. 

Selamat bermetamorfosa, Is :)

Rabu, 23 Oktober 2013

HATI YANG INDAH

Doaku terjawab dengan cara yang ajaib melaluiMu
Ku tahu dekat atau jauh, Kau slalu milikku

Kau yang melengkapi kekosongan hatiku

Dengan memberi apa yang ku cari sejak dulu


Ku dapat keindahan hatiMu
yang membuang sgala keraguanku
Ku harap Kau temukan dalamku
Hati yang indah kupersembahkan untukMu



Pernah dengar lagu ini?

Mungkin pernah di pesta pernikahan.

Yup. Aku sering banget dengar lagu dan di kos-kosan sering memutarnya. Tapi aku gak pernah cari lirik lagu ini di internet. Baru hari ini saat dengar lagu ini diputar. Aku baru sadar kalau lagu ini tidak bercerita tentang 'tulang rusuk' kita seperti yang aku pahami selama ini. Lagu ini berbicara tentang menemukan cinta Tuhan. Perhatikan aja kalimat-kalimat pada lirik lagu di atas. Kata (mu) selalu menggunakan huruf besar (Mu) dan itu merujuk pada Tuhan. Tuhan yang akan tetap jadi milik kita dekat atau jauh, Dia yang memuaskan kerinduan dan kekosongan di hati kita. Dia membuat kita mampu membuang segala keraguan kita. Dan seseorang yang telah menemukan cinta yang sedemikian hebat ini berharap agar Tuhan pun menemukan cinta yang sama dalam dirinya. 

Jadi, apa pesan lagu ini?

Jika lagu ini sering dinyanyikan di pesta pernikahan. Lagu ini tidak bermaksud mengatakan bahwa si suami/isteri adalah orang yang selama ini dicari untuk melengkapi kekosongan hati seseorang. Seseorang tidak serta merta utuh setelah bertemu kekasih hatinya/suaminya/istrinya.
Ternyata suami/istri/pacar kita tidak dapat menjadi seseorang yang memuaskan kerinduan dan kekosongan di hati kita. Aku pernah baca sebuah artikel yang memberikan analogi tentang dua gelas yang masing-masing berisi setengah gelas air. Kita umpamakan dua gelas itu adalah sepasang kekasih. Kita beranggapan bahwa jika kita menikah kita akan hidup saling melengkapi seperti gelas yang berisi air setengah tadi. Kita lupa bahwa jika kita menyatukan kedua isi gelas tadi maka salah satu gelas akan kosong sementara yang lainnya penuh. Bukankah kita pun akan menjadi begitu jika kita yang hanya berisi setengah ingin menemukan seseorang sebagai pelengkap kita? Hanya ada tiga pilihan, kita penuh dan dia kosong atau kita kosong dan dia penuh atau sampai kapan pun kita tetap tidak pernah menjadi penuh.
Apa maksudnya?
Kita harus menjadi penuh atau utuh dulu baru kita mencari seseorang yang telah utuh juga. Selama kita belum utuh, kita tidak dapat menemukan seseorang dan berharap keutuhan kita akan terpenuhi dengan hadirnya dia. Ini akan menggiring kita pada beberapa pertanyaan: apa artinya kalimat-kalimat ini: "hidupku hampa tanpa hadirnya", "aku gak bisa hidup tanpa dirinya", "dia adalah sumber kebahagiaanku". Kalimat-kalimat ini berbicara mengenai satu hal: kita menggantungkan kebahagiaan, kekosongan di hati kita pada seseorang dan berharap hidup kita akan sempurna dan lengkap dengan kehadirannya.  
Menurutku ini salah. Kenapa? Karena kita gak bisa menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain. Kita gak bisa berharap orang lain dapat melengkapi dan mengisi kekosongan di hati kita. Aku pernah membaca sebuah buku berjudul The Power of a Praying Woman. Penulisnya, Stormie Omartin menulis: "kebutuhan dan kerinduan anda yang terdalam akan terpuaskan di dalam hubungan intim dengan Allah. Tidak ada seorangpun yang sanggup menjangkau anda begitu mendalam seperti Allah. Tidak pernah ada yang begitu mengasihi dan mengenal anda selain Allah. Kerinduan yang tak pernah terpuaskan, kekosongan yang anda ingin orang-orang terdekat anda memuaskannya, ditaruh Allah dalam hati anda supaya hanya Dia yang memuaskannya."
Ada satu kutipan dari twitter yang aku simpan di handphone-ku karena aku suka kata-katanya dan meyakininya. "I am not waiting for true love. I have already found it. God's amazing love. I am waiting for someone who fell in love with God as much as me"
Menjadi jelas sekarang bahwa kalimat-kalimat "hidupku hampa tanpa hadirnya", "aku gak bisa hidup tanpa dirinya", "dia adalah sumber kebahagiaanku" gak berlaku bagi mereka yang menjadikan Tuhan sebagai kekasih hatinya, yang memenuhi hatinya dengan cinta Tuhan dan yang telah menjadi utuh karenanya. Ruang kosong di hati kita (Blaise Pascal) memang diciptakan Tuhan supaya hanya diisi oleh Tuhan juga. Itu tempat istimewa yang disedikan Tuhan bagi diriNya dan gak ada seorangpun yang bisa mengisi itu selain Dia. Jadi berhentilah berharap bahwa orang-orang kekasih kita akan menjadi orang yang memuaskan kerinduan di hati kita. Milikilah cinta Tuhan. Biarkanlah Ia menjadikan kita utuh dengan cintaNya.

Dan yang paling utama adalah kita tidak sedang menanti cinta sejati. Kita sudah menemukannya. Kita hanya sedang menantikan seorang partner yang juga sedang jatuh cinta pada Tuhan seperti kita. Jika gelas kita penuh dan gelas dia penuh maka ada dua pribadi utuh yang sedang bersatu. Mereka akan tetap utuh. Jadi, carilah seseorang yang sedang jatuh cinta pada Tuhan `\(^__^)/`

Kau yang melengkapi kekosongan hatiku

Dengan memberi apa yang ku cari sejak dulu


Ku dapat keindahan hatiMu
yang membuang sgala keraguanku
Ku harap Kau temukan dalamku

Hati yang indah kupersembahkan untukMu

Selasa, 22 Oktober 2013

Seirama dengan hatiNya

 "TUHAN kiranya berjaga-jaga antara aku dan engkau, apabila kita berjauhan"

Dia menjaga hatimu, menjaga hatiku

Menyembunyikannya di tempat dimana hanya kita berdua yang akan menemukannya

Memurnikannya, agar hatiku, hatimu, seirama dengan hatiNya

Dia menggantikan nada-nada fals menjadi alunan merdu

Bersama Dia memainkan melodi yang indah

Memikat setiap orang yang mendengarnya

Merangkul mereka dalam melodi yang sama

Menari-nari dalam keindahan cinta yang Ia beri

Dan menikmati indahnya kisah cinta yang ditulis olehNya

Sang Sutradara terbaik sepanjang masa

GOD.






Minggu, 20 Oktober 2013

Pelayanan Padat, Hati???

Seperti kalimat di samping: pernah gak  kalian merasa sangat sibuk melayani tapi justru merasa kesepian di dalam hati?

Aku pernah. Dan sepertinya sekarang sedang berada di keadaan ini. 'Pelayanan padat hati sepi', hampir mirip dengan pengalaman seorang matematikawan terkenal dan juga 'teolog' bernama Blaise Pascal. Ia seorang yang sangat pintar, terkenal, dan dihormati banyak orang. Tapi dalam kemegahannya itu, ia merasakan sebuah kekosongan di dalam hatinya. 

Berikut sekilas informasi tentang dia:

Tahun 1631 saat Blaise Pascal berusia 8 tahun ayahnya memutuskan pindah ke Paris. Paris adalah kota yang perkembangan intelektualnya sangat tinggi saat itu, di sana ada ilmuwan-ilmuwan terkenal misalnya Rene Descartes, Desargues dll. Etienne (ayahnya) bertekad mendidik anaknya sebaik-baiknya, karena Blaise Pascal sudah menunjukkan kecemerlangan otaknya sejak kecil. Pergaulan dengan para ilmuwan ini membuat Blaise Pascal berkembang pesat. Pada umur 13 tahun dia menguasai geometri Euclidian dengan belajar sendiri. Umur 16 tahun Pascal muda membuat uraian tentang kerucut dan mendapat pujian dari banyak ilmuwan. Pada umur 19-21 tahun, dia mengembangkan mesin hitung untuk dipakai ayahnya dalam menghitung pajak. Mesin ini adalah cikal bakal computer yang kita kenal sekarang. Perkembangan pemikiran keilmuannya terus berkembang dengan menyelidiki ruang hampa, sifat udara dan cairan, hukum probabilitas, seluk beluk segitiga, dan lain sebagainya. Semuanya itu membuat takjub para cendekiawan Eropa saat itu.
Kelihatannya, Pascal memiliki semuanya. Tapi merasa kosong di dalam hatinya sampai ia tiba pada suatu malam pada tanggal 23 November 1654 (usia Pascal 31 tahun) di rumahnya di Rue Des Francs-Bourgois di Saint Michel ia mengalami lawatan istimewa. Ia merasakan lawatan Tuhan yang mengubahkan hidupnya. Pascal menyebutnya sebagai pertobatan kedua. Hatinya menemukan apa yang selama ini tidak didapati dengan akal pikirannya. Jiwanya merasakan damai sejahtera, sukacita. Keyakinan yang penuh akan kasih karunia Tuhan menggantikan kegersangan imannya. “Total dan manis” itulah yang dirasakannya. Salah satu ungkapan Pascal yang terkenal berkaitan dengan hal ini adalah “Terdapat suatu kekosongan yang Tuhan ciptakan dalam hati setiap orang yang tak dapat diisi dengan benda ciptaan yang lain, kecuali oleh Allah Sang Pencipta, yang dikenal melalui Yesus Kristus.

Itu perkenalan singkat tentang Blaise Pascal. Ia sampai pada kesimpulan bahwa ruang kosong di hati manusia hanya dapat diisi oleh Tuhan saja. Saat ini dengan jadwal pelayanan yang super padat, aku merasakan kekosongan yang sama dan gak tau sampe kapan kekosongan ini dapat diisi kembali oleh kasih Tuhan. Harus diakui dengan jujur memang (walaupun aku benci harus jujur tentang hal ini) sejak masuk fakultas teologi aku berubah. Awal masuk aku sangat menikmati indahnya mengikut Tuhan, iman yang menyala-nyala pada Tuhan, kepercayaan penuh dan taat tanpa membantah. Namun, seiring perjalanan panjang dengan proses-proses perkuliahan dan pengalaman-pengalaman hidup aku jadi orang mudah mempertanyakan kembali siapa Dia yang aku sembah. Dulu aku belajar mencintai Dia dengan hatiku saja namun sekarang aku belajar mencintainya dengan akalku walaupun kadang-kadang akal-kulah yang paling dominan. Bahkan aku menemukan bahwa aku sulit membangun kembali hubungan yang intim denganNya dan dalam beberapa hal aku 'sulit' percaya padaNya. Aku merasa seperti sedang berada di padang gurun. Gersang.  Kehausan. Tidak ada tempat perteduhan. Kehilangan arah. Gak tau jalan pulang. Entah sampe kapan aku bisa tiba di sumber air dan berteduh di bawah pohon yang rindang. Kalimat: "pelayanan padat, hati sepi" yang kusisipkan sebagai salah satu karakter dalam penggalan drama di ibadah musikal remaja tanggal 19 Oktober kemaren sebenarnya sedikit banyak menggambarkan suasana hatiku. Melayani terlalu banyak, orang lain diberkati sementara diri sendiri justru tidak mendapat apa-apa. Mengenaskan bukan?? Mungkin memang aku perlu berhenti sejenak, berefleksi, dan dilayani untuk menemukan kembali kasih yang mula-mula yang membuatku menyingkirkan banyak mimpi masa SMA dan memilih masuk sekolah teologi. Aku rindu kasih mula-mula itu. Aku berjalan terlalu jauh, letih, lelah, jenuh, kering dan terkapar tak berdaya. Mungkinkah aku diraih kembali olehMu? Mendudukkanku pada tempat yang seharusnya. Memberikanku semangat baru dan terutama memurnikan pelayananku. 

KJ 362 

1.      Aku milikMu, Yesus, Tuhanku;
kudengar suaraMu.
‘Ku merindukan datang mendekat
dan diraih olehMu.

2.      Aku hambaMu, Kausucikanlah
oleh kasih kurnia,
hingga jiwaku memegang teguh
kehendakMu yang mulia.

3.      Sungguh indahnya walau sejenak
besertaMu, Allahku;
dalam doaku sungguh akrabnya
bersekutu denganMu.

4.      Dalam dunia tak seutuhnya
kupahami kasihMu,
sukacita pun barulah lengkap,
bila ‘ku di rumahMu.

Refrein:
Raih daku dan dekatkanlah
pada kaki salibMu.
Raih daku, raih dan dekatkanlah
ke sisiMu, Tuhanku.

Memori

Sekedip matamuSeakan dalam mimpiSenyummu lesungmuWajahmu menjelma

Hayalan lembutMemukau hatiKe dulu kalaHari yang bahagia

Kau lari kukejarTertawa bercanda

Sumpahku, sumpahmuYang kini tak tercapai

Kau pergi jauhJanji kembali

Kini kau pulangMembawa kekasih

Memori kau membuka luka lamaYang ‘ku ingin lupaMemori tolong daku pergi jauhJanji tak ‘kan kembali

Memori..

Memori tentang engkau, seseorang di masa lampau, Seseorang yang sudah dilupakan dan muncul tiba-tiba menjadi penyemangat. Seseorang berdiri teguh bagi Dia,Seseorang yang penuh perhatian dalam diam dan mempesona dalam kataSeseorang itu, kurindukan engkau, memori...