Senyuman manis, sederhana, ramah, ringan tangan
Setiap orang yang bertemu denganmu pulang dengan senyum di bibir
Berada di dekatmu selalu terasa damai,
Dari mulutmu keluar kata-kata bijak dan obat bagi berbagai kegalauan
hati
Bersamamu selalu menemukan banyak hal untuk disyukuri
Kerja keras, semangat juang, kesetiaan, dan komitmenmu benar-benar
terpatri di hati
dan kini jadi teladan.
Rindu masa-masa dimana semua kebaikan ini dapat kunikmati
Saat ini (mungkin) kau sedang tersenyum dari atas sana sambil berbisik:
“tugasku di dunia telah usai, sekarang itu tugasmu kawan,
setialah!”
Dari sini aku tersenyum manis dan menjawab: “aku sedang berusaha.
Bisikkanlah pada pria paling ganteng di sisimu bahwa aku tidak berhenti
berusaha memahami dan mengikutNya.”
Kangen dirimu yang jauh di sana, alm. kak Ardiyana Padjadja
| Makrab Teologi 2008 tahun 2011 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar