Sabtu, 12 Oktober 2013

Sebuah Perjalanan

LUKAS 8:22-25

Apa impian terbesar kita?
Pengen jadi apa kita setelah ini? Silahkan pikirkan selama 30 detik.
Menurutmu, masa paling indah itu kapan? Anak-anak, remaja, pemuda, orang tua atau lansia? Kalo menurut saya, masa muda, kenapa? Karena saya ada di masa itu sekarang.
Masa penuh gejolak, jati diri kita yang sesungguhnya kita temukan, relasi-relasi yang kita bangun mendekati relasi yang matang, masa penuh impian, masa dimana keputusan2 hidup ke depan kita putuskan, kita mau hidup dimana, bersama siapa, dan bagaimana. Bagi saya, masa muda adalah masa terindah yang pernah ada karena tidak akan pernah terulang keduakalinya. Sebagai seorang lulusan teologi, ini adalah masa bagi saya untuk memutuskan sesuatu yang besar bagi hidup saya.

Saya bertanya-tanya, apakah kita pernah berpikir mengenai masa depan kita? Masa depan itu sebuah misteri, tapi siapa sih yang tidak penasaran pengen tahu kira-kira masa depannya kelak akan seperti apa (ada dimana, bersama siapa, dan ngapain) berkaitan dengan impian terbesar kita tentu kita akan berada dalam sebuah perjalanan panjang menuju impian kita. Yang jadi pertanyaan: dengan siapakah kita akan melakukan perjalanan menuju impian kita?

Yesus bersama murid-murid melakukan perjalanan yang diprakarsai oleh Yesus. Mereka naik ke perahu dan berlayar. Tidak lama kemudian, gelombang, badai taufan mengamuk hebat sehingga perahu kemasukan air dan mereka terancam bahaya. Murid-murid panic dan membangunkan Yesus sambil berkata: Guru kita binasa! Yesus bangun dan meredakan danau tersebut sehingga danau menjadi teduh. Lalu Dia berkata: dimanakah kepercayaanmu? Dan mereka terheran-heran terhadap Yesus.

Bukankah perjalanan hidup kita dalam menuju impian-impian kita ibarat menyebrang danau atau berlayar? Yang dituntut adalah seseorang yang berani menyebrang bersama Yesus. Dalam kisah tadi, yang mengajak para murid melakukan perjalanan adalah Yesus dan Dia ada dalam perahu bersama murid-murid, jadi bagaimana mungkin mereka bilang: guru kita akan binasa. Menurutmu, mungkinkah mereka binasa? Tidak mungkin! Di sana ada Yesus berlayar bersama mereka.  Kalau pun Yesus tidak bangun, mungkinkah mereka binasa?? Sekali lagi tidak mungkin.

Tetapi yang perlu kita ingat adalah bahwa perjalanan yang kita lakukan bersama Yesus, bukanlah perjalan yang mudah. Ada saat dimana kita ingin menyerah, merasa bahwa kita berjuang sendiri, kita tidak lagi punya kekuatan untuk melanjutkan perjalanan, apalagi ketika ombak datang begitu besar, badai mengamuk tiada ampun, di depan sana gelap, bermimpi saja kita takut, apalagi berani menatap masa depan di seberang sana, mungkin impian besar yang kita capai selama ini akan kita buang jauh-jauh karena kita merasa perjalananku tidak akan berhasil. Ombak itu dapat berupa permasalahan ekonomi, ketidakmampuan di bidang akademik, pergumulan pekerjaan, keluarga yang berantakan, relasi dengan orang-orang yang kita kasihi hancur bahkan jatuh bangunnya kita memahami diri kita sendiri. Dan kita mulai mempertanyakan: dimanakah Tuhan? Apakah Tuhan gak peduli dengan saya? Kog kayaknya Tuhan tertidur, atau mungkin Tuhan terlalu sibuk mengurus orang lain jadi melupakan saya. Murid-murid juga melakukan hal yang sama ketika mereka kalut, ketakutan, dan hampir hilang harapan dan Yesus seolah-olah tidur. Tapi apa kata Yesus? “"Mengapa kalian tidak percaya kepada-Ku?" Percayakah engkau padaku? Masa depanmu? Relasimu yang berantakan? Studimu? Kehidupan ekonomimu? Pekerjaanmu? Bahkan mimpi-mimpi besarmu?? Percayakah engkau?? Aku masih Bapamu! Dimana ada bapak yang tidak inginkan anaknya berhasil, sukses dalam segala hal dan menjadi kebanggaaNya?

Ada sebuah kisah dimana seorang Nahkoda handal mengajak istrinya berlayar bersamanya, dan di tengah laut ombak mengamuk dan kapal itu hamper tenggelam. Semua orang panik, tetapi sang perwira kelihatan sangat tenang padahal si istri hampir mati ketakutan. Lalu dia bertanya pada suaminya: “kenapa kamu begitu tenang padahal kita hampir binasa?” tiba-tiba sang suami mengambil senapan dan mengarahkan kepada istrinya sambil berkata: “percayakah engkau kalau aku akan menembakmu? Istri menjawab: “tidak!” “kenapa?” “karena engkau suamiku, engkau tidak mungkin mencelakanku” lalu si nahkoda bilang “itu jawaban yang sama, kenapa aku begitu tenang? Karena aku tahu, Allahku berlayar bersamaku, tidak mungkin Dia membinasakanku”

Jadi, kalau dalam perjalanan kita menuju impian selalu ingatlah ini: perjalanan yang kita lakukan adalah sebuah perjalanan bersama Yesus, Ia yg mengajakmu, tidak mungkin Dia membawamu sejauh itu hanya untuk membinasakanmu di tengah danau atau laut. Ingat, misi ini adalah misiNya dan Ia pasti akan bertanggung jawab. Dia hanya minta: percayakah engkau terhadapKu? Kalau kamu percaya, katakan Amin.




2 komentar:

  1. perjalanan bersama Tuhan selalu menentramkan apalagi kalau tangan kita digandeng seperti foto itu :)
    selamat memasuki hari minggu ris :)

    BalasHapus
  2. Benar kak
    foto itu udah lama banget aku donlot
    Membayangkan indanya digandeng seperti itu

    BalasHapus