LUKAS 8:22-25
Apa impian
terbesar kita?
Pengen jadi
apa kita setelah ini? Silahkan pikirkan selama 30 detik.
Menurutmu,
masa paling indah itu kapan? Anak-anak, remaja, pemuda, orang tua atau lansia?
Kalo menurut saya, masa muda, kenapa? Karena saya ada di masa itu sekarang.
Masa penuh
gejolak, jati diri kita yang sesungguhnya kita temukan, relasi-relasi yang kita
bangun mendekati relasi yang matang, masa penuh impian, masa dimana keputusan2
hidup ke depan kita putuskan, kita mau hidup dimana, bersama siapa, dan
bagaimana. Bagi saya, masa muda adalah masa terindah yang pernah ada karena
tidak akan pernah terulang keduakalinya. Sebagai seorang lulusan teologi, ini
adalah masa bagi saya untuk memutuskan sesuatu yang besar bagi hidup saya.
Saya
bertanya-tanya, apakah kita pernah berpikir mengenai masa depan kita? Masa
depan itu sebuah misteri, tapi siapa sih yang tidak penasaran pengen tahu
kira-kira masa depannya kelak akan seperti apa (ada dimana, bersama siapa, dan
ngapain) berkaitan dengan impian terbesar kita tentu kita akan berada dalam
sebuah perjalanan panjang menuju impian kita. Yang jadi pertanyaan: dengan
siapakah kita akan melakukan perjalanan menuju impian kita?
Yesus bersama murid-murid melakukan perjalanan yang
diprakarsai oleh Yesus. Mereka naik ke perahu dan berlayar. Tidak lama
kemudian, gelombang, badai taufan mengamuk hebat sehingga perahu kemasukan air
dan mereka terancam bahaya. Murid-murid panic dan membangunkan Yesus sambil
berkata: Guru kita binasa! Yesus bangun dan meredakan danau tersebut sehingga
danau menjadi teduh. Lalu Dia berkata: dimanakah kepercayaanmu? Dan mereka
terheran-heran terhadap Yesus.
Bukankah
perjalanan hidup kita dalam menuju impian-impian kita ibarat menyebrang danau
atau berlayar? Yang dituntut adalah seseorang yang berani menyebrang bersama
Yesus. Dalam kisah tadi, yang mengajak para murid melakukan perjalanan adalah
Yesus dan Dia ada dalam perahu bersama murid-murid, jadi bagaimana mungkin
mereka bilang: guru kita akan binasa. Menurutmu, mungkinkah mereka binasa?
Tidak mungkin! Di sana ada Yesus berlayar bersama mereka. Kalau pun Yesus tidak bangun, mungkinkah
mereka binasa?? Sekali lagi tidak mungkin.
Tetapi yang
perlu kita ingat adalah bahwa perjalanan yang kita lakukan bersama Yesus,
bukanlah perjalan yang mudah. Ada saat dimana kita ingin menyerah, merasa bahwa
kita berjuang sendiri, kita tidak lagi punya kekuatan untuk melanjutkan perjalanan,
apalagi ketika ombak datang begitu besar, badai mengamuk tiada ampun, di depan
sana gelap, bermimpi saja kita takut, apalagi berani menatap masa depan di
seberang sana, mungkin impian besar yang kita capai selama ini akan kita buang
jauh-jauh karena kita merasa perjalananku tidak akan berhasil. Ombak itu dapat
berupa permasalahan ekonomi, ketidakmampuan di bidang akademik, pergumulan
pekerjaan, keluarga yang berantakan, relasi dengan orang-orang yang kita kasihi
hancur bahkan jatuh bangunnya kita memahami diri kita sendiri. Dan kita mulai
mempertanyakan: dimanakah Tuhan? Apakah Tuhan gak peduli dengan saya? Kog
kayaknya Tuhan tertidur, atau mungkin Tuhan terlalu sibuk mengurus orang lain
jadi melupakan saya. Murid-murid juga melakukan hal yang sama ketika mereka
kalut, ketakutan, dan hampir hilang harapan dan Yesus seolah-olah tidur. Tapi
apa kata Yesus? “"Mengapa kalian
tidak percaya kepada-Ku?" Percayakah engkau padaku? Masa depanmu?
Relasimu yang berantakan? Studimu? Kehidupan ekonomimu? Pekerjaanmu? Bahkan
mimpi-mimpi besarmu?? Percayakah engkau?? Aku masih Bapamu! Dimana ada bapak
yang tidak inginkan anaknya berhasil, sukses dalam segala hal dan menjadi
kebanggaaNya?
Ada sebuah
kisah dimana seorang Nahkoda handal mengajak istrinya berlayar bersamanya, dan
di tengah laut ombak mengamuk dan kapal itu hamper tenggelam. Semua orang panik,
tetapi sang perwira kelihatan sangat tenang padahal si istri hampir mati
ketakutan. Lalu dia bertanya pada suaminya:
“kenapa kamu begitu tenang padahal kita hampir binasa?” tiba-tiba sang
suami mengambil senapan dan mengarahkan kepada istrinya sambil berkata: “percayakah engkau kalau aku akan
menembakmu? Istri menjawab: “tidak!”
“kenapa?” “karena engkau suamiku,
engkau tidak mungkin mencelakanku” lalu si nahkoda bilang “itu jawaban yang sama, kenapa aku begitu
tenang? Karena aku tahu, Allahku berlayar bersamaku, tidak mungkin Dia
membinasakanku”
Jadi, kalau
dalam perjalanan kita menuju impian selalu ingatlah ini: perjalanan yang kita
lakukan adalah sebuah perjalanan bersama Yesus, Ia yg mengajakmu, tidak mungkin
Dia membawamu sejauh itu hanya untuk membinasakanmu di tengah danau atau laut.
Ingat, misi ini adalah misiNya dan Ia pasti akan bertanggung jawab. Dia hanya
minta: percayakah engkau terhadapKu? Kalau kamu percaya, katakan Amin.

perjalanan bersama Tuhan selalu menentramkan apalagi kalau tangan kita digandeng seperti foto itu :)
BalasHapusselamat memasuki hari minggu ris :)
Benar kak
BalasHapusfoto itu udah lama banget aku donlot
Membayangkan indanya digandeng seperti itu