Kamis, 31 Oktober 2013

Yaiiii it's October 31, 2013

Yaiiiiiiiiiiiii \(^_^)/

It's October 31, --feeling happy --

Akhirnya tiba di tanggal ini juga, #tantanganmenulis31hari berakhir dengan indah. Hahh.... Akhirnyaaaa...........

Legah

Puas

Bahagia

Fiuhhhhhhh......!!!!!!!!!

Senangnyaaaaa........

Wow... gak nyangka ya? 2 bulan lagi udah Natal aja. 
Tapi aku mo cerita bagaimana perjalanan menuju puncak ini bisa berhasil. Hari-hari pertama aku sangat bersemangat, suka senyum sendiri ketika sedang jalan aku sibuk memikirkan mo nulis apa nanti malam, aku kurangi jam tidur, bela-belain tidur jam 11/12 malam hanya untuk menulis, kalo pas lagi niat aku bongkar-bongkar buku teologi, rela membaca berjam-jam, masuk kamar lebih awal untuk menulis, rela membawa laptop ke perkemahan (jambore dan perjusab) hanya untuk menulis blog malam harinya, secapek apapun dari pelayanan aku masih berusaha menahan kantuk hanya untuk nge-blog walopun cuma bisa posting lirik lagu atau puisi singkat, tapiiii........ semua pengalaman ini sungguh jadi cerita indah, pengalaman-pengalaman berharga, walo pun harus aku akui tantangan ini aku kerjakan justru di bulan tersibukku di tahun ini mulai dari kegiatan sekolah => UTS, jambore, perjusab, kegiatan gereja => rangkaian acara HUT gereja: Ibadah Musikal Remaja, KKR Anak, KKR umum, dan Puncak Perayaan besok tanggal 3 Nov besok ditambah segala persiapan acara dan latihan-latihan di gereja. Bulan ini aku benar-benar menghabiskan waktu di sekolah dan di gereja. Bagaimana tidak? Senin-Jumat jam 6.45-14.30 di sekolah & 17.00-21.00an di gereja dengan weekend juga full di gereja, 

tapi ...............

#tantanganmenulis31hari ini justru membuatku dapat berefleksi setiap hari. Aku menemukan banyak hal baru. Hal tentang diriku yang justru baru kuketahui ketika aku menulis, aku mengenal diriku dengan lebih baik walopun memang belum tuntas, aku tahu keinginan-keinginanku, aku tahu kekuranganku, aku tahu kelebihanku bahkan aku menemukan hal yang belum pernah kutemui selama ini: kebebasan menjadi diriku. Aku bebas berekspresi tanpa harus melihat bagaimana orang lain menilai aku, aku berani keluar dari zona nyamanku. Tulisan-tulisan kita mungkin memang tidak banyak menginspirasi orang lain tapi paling tidak ini sukses menginspirasi diri kita sendiri. Dan ini yang kurasakan. Aku terpinspirasi melalui tulisan-tulisanku sendiri. Setiap kali aku marah, kecewa, gagal atau sedih aku membuka kembali file-file-ku dan menemukan kekuatan dan inspirasi baru di sana. Terutama mengenai gambar diri dan cara kita menghargai diri sendiri.  Tiga tulisanku ini benar-benar kuhidupi selama bulan ini.. Kalo belum baca, baca aja di link ini 

Sebenarnya, ketika menulis banyak hal di blog ini tidak berarti bahwa aku telah melakukan semuanya, aku menulis untuk lebih mengingatkan diriku sendiri, melatih diriku, dan menemukan kekuatan baru. Terima kasih buat kak @elva yang sudah mengajakku mengikuti tantangan ini. Aku merasa bahwa aku hari ini sangat berbeda dengan aku bulan lalu. 

Aku gak akan berhenti menulis. Sebab ini terapiku dalam diam: murah, manjur, membebaskan dan aku menikmatinya. 

Terima kasih pada Tuhan untuk Oktober indah ini :)

Berikut aku melampirkan foto-foto kegiatanku selama bulan ini :)

Ibadah Musikal Remaja

KKR Anak Sekolah Minggu

KKR Umum GKI Temanggung


PNJ KKR Umum

KKR Anak SM

Narsis ria

Rabu, 30 Oktober 2013

Merantau

Flobamora tanah airku yang tercinta
Tempat beta dibesarkan ibunda
Meski sudah lama jauh dirantau orang
Beta ingat mama janji pulang e...

Biarpun tanjung teluknya
Jauh terpele nusaku
Tapi slalu terkenang di kalbuku
Anak Timor maen sesando
Dan menyanyi bolelebo
Rasa girang dan berdendang pulang e...

Hampir siang beta bangun sambil menangis
Mengenangkan Flobamora lelebo
Rasa dingin beta ingat dipangku mama
Air mata basah pipi sayang e...

Biarpun tanjung teluknya
Jauh terpele nusaku
Tapi slalu terkenang di kalbuku
Anak Timor maen sesando
Dan menyanyi bolelebo
Rasa girang dan berdendang pulang e...

Baru saja mendendangkan lagu ini di gereja tadi seusai KKR umum. Seorang kakak yang berasal dari NTT menyanyikan lagu dan aku mengikutinya bernyanyi. Seorang tante yang juga berasal dr NTT malah berlari-lari ikut menyanyi. Wah.......... lagu ini sukses 'menyadarkanku' bahwa aku masih merantau di tanah orang. Pertanyaan "kapan pulang?" perlu menjadi refleksi khusus. Kapan ya? Aku gak tahu tapi aku juga pengen pulang berkarya di tanahku, Sumba. Ingat tanah kelahiran, ingat mama papa. Baru sadar aku udah merantau hampir 6 tahun, ckkckckc. 
Semoga suatu saat yang indah perantauan ini berakhir.
Menyelesaikan semua tugas dan tujuan merantau lalu pulang bawa hasil,

Meski sudah lama jauh dirantau orang
Beta ingat mama janji pulang e...

Mama papa memang masih menantikan janji, janjiku untuk pulang....
sabar ya ma, pa :)
beta pasti pulang ^^

@nonaRis
October 30, 2013

Selasa, 29 Oktober 2013

Happy B'day Dear Sisters

Happy b'day to you
Happy b'day to you
Happy b'day happy b'day
Happy b'day dear aciid and navin 

(bayangkanlah lagu ini sedang saya nyanyikan dengan suara merdu saya :p wkwkkwkw)
Yup. Hari ini adalah hari istimewa buat kedua saudari terkasih ini. Mereka merayakan ulang tahun masing-masing ke-23 dan 19. Yang satu sahabat terbaik, yang lainnya adik kandung terkasih. Mereka berdua ini merupakan perempuan-perempuan hebat. Apa hebatnya?
Here we go....
Namanya Astrid Bonik Lusi. Lebih sering dipangging aciid, as, bonik, lusi (banyak banget yaaa). Suka panikan, cerewet, hobi ngatur2 (cocok banget di sie acara dalam kepanitiaan), jiwa kepemimpinan tinggi, rela belajar sekeras-kerasnya supaya bisa bersaing dari yang lain ato agar tetap mempertahankan posisi (dan memang benar, kayaknya selama kuliah nilaiku selalu di bawah nilai dia :p), jiwa pelayanan tinggi, kalo belanja boros, hobi banget belanja baju tapi kadang suka salah berpakaian, contohnya atasan dan bawahan modis banget, kakinya pake sandal jepit dan biasanya ini style dia kalo ke kampus, hahhahaha. Hobi banget gonta ganti gaya rambut. Dia ini pekerja keras, gak akan berhenti kalo belum berhasil, dari dia aku belajar 'belajar sekeras-kerasnya, berserah sepenuh-sepenuhnya'.  contohnya, kalo pas dia sedang gak belajar karena keadaan memang gak memungkinkan dia akan berdoa sungguh-sungguh dan yakin banget kalo ujiannya dibatalkan dan memang benar, dalam beberapa kasus memang doanya selalu terkabul. Tapi dia juga keras kepala, sekali ngotot tetap ngotot apalagi kalo dia yakin itu benar tapi juga gak segan-segan minta maaf kalo ternyata dia salah. Saat ini dia sedang belajar dan berjuang mengalahkan  standar tinggi yang dipasang oleh dirinya sendiri. Dan yakin deh, dia gak akan berhenti sebelum standarnya ini dia capai. Dia juga sahabat terbaik, tempat curhat paling aman, tepat, dan selalu menginspirasi dengan masukan-masukan yang segar. Bersama dia aku belajar melihat dunia sekeliling dengan berbeda apalagi jika kami sedang berdebat. Dia orang pertama yang mengajarkanku bahwa berteman dengan orang pintar bukan untuk bersaing tapi untuk bersinergi, membentuk kekuatan, belajar bersama dan saling melengkapi. Aku sungguh menikmati 4 tahun lebih berkuliah tanpa sikap kompetitif seperti di SMA. Aku belajar berdoa bersamanya saat kita merasa kalah, tidak mampu, gagal dan belajar bagaimana menerima kekalahan dan menari-nari di atas rasa sakit yang kami alami serta menjadi sembuh karenanya. Dia adalah partner doa yang luar biasa. Paling mengerti jika aku sedang galau dan jarang sekali membantah saat aku bercerita hanya dari sudut pandangku. Ahhhh ternyata aku merindukan sahabat satu ini. Sudah lama kami berpisah. Semoga suatu saat bisa bertemu lagi. Selamat ulang tahun Astrid Bonik Lusi. Selamat berjuang. Wishing u all the best. God bless you in everything you do.

Dan yang ini adalah Hanavin Wolla Wunga, adik terkasih. Aku kangen dia. Pengen peluk dia saat ini dan bilang selamat ulang tahun tapi apa daya terlalu banyak kesibukan di sini. Dia ini juga keras kepala, cerewet, suka debat, gila belajar, pencinta kimia dan biologi, tapi gak suka lihat darah (aneh). Pekerja keras seperti Astrid, jangan harap dia akan berhenti sebelum apa yang ia perjuangakan ia dapat, pantang menyerah, paling cuek dengan penampilan, contoh => paling jarang bedakan, apalagi makeup (widihhh kalo sampe dia makeup itu berarti dunia sedang gak berputar di porosnya), kayaknya gak punya rok kecuali rok panjangnya untuk ujian di kampus :p, dan sangat sangat tomboi, suka cowok tapi kayak gak suka (aneh to? padahal cowoknya juga kasih sinyal, ckckkckc). Tapi yang paling aku kagumi dari dia adalah pintarnya dia mengelola keuangan, santai menjalani hidup, dan pejuang. Mengenai jiwa pejuangnya ini, aku paling senang memanas-manasi dia untuk mengikuti jejakku, hahahhaha. Waktu aku SMA dan dia SMP, aku mewakili sekolahku untuk mengikuti Olimpiade biologi ke tingkat provinsi di Kupang. Aku pamer-pamer pada dia (maklum itu kali pertama aku ke kupang). Waktu ngantar aku ke bandara, dia bilang dalam logat sumba: "kak ris tunggu ee, sa ju bisa pi kupang, kak ris pikir kak ris sa yang bisa? sabar sa, sa akan belajar ju, pokoknya sa harus pi kupang lebih banyak dari kak ris" aku membalasnya: "coba sa, kalo bisa." Dan ternyata aku baru sadar dia memang seorang pejuang. 1 tahun kemudian dia benar-benar membuktikan kata-katanya ketika dia mewakili SMP-nya untuk mengikuti Olimpiade Biologi ke Kupang padahal selama SD dia gak terlalu menonjol di kelas. Langsung pandanganku berubah. Ternyata dia punya jiwa pekerja keras, jadilah aku semakin memanas-manasi dia. Sampai SMA pun dia masih sering ikut lomba dan benar aku memang benar-benar kalah dari dia karena aku cuma olimpiade Biologi tapi dia malah mencoba Kimia setelah menurut dia 'bosan' dengan Biologi dan pengen mencoba yang lebih menantang, ckkckck.
Waktu aku jadi asdos aku manas-manasi dia, karena aku tahu suatu saat dia pasti akan sampai di titik itu juga. Dia benar-benar mempraktekkan kalimat ini: "kalo orang lain bisa, kenapa saya tidak??"
Well, selamat panjang umur lawe sayang. wish u all the best. Setiap kerinduan di hati serahkan sama Tuhan, Tuhan tahu kapan harus menjawab semua kerinduan itu. Terus berjuang yaaa... Mimpi ke Oxford University semoga bukan cuma mimpi suatu saat nanti. God bless you lawe sayang :*


@nonaris
October 29, 2013

Senin, 28 Oktober 2013

Ku didekap erat

Hai... hai...
Selamat malam bagimu yang kebetulan mampir ^_^
Aku baru saja diterapi oleh Tuhan lewat lagu-lagu KJ, NKB, dan PKJ. Tadi aku latihan nyanyi untuk KKR jemaat tanggal 30 & 31 Oktober besok dan lagu-lagunya benar-benar menyentuh hati. Memberi semangat untuk tetap melayani, tetap berjuang dan pantang menyerah. Lagu-lagu itu menyadarkanku bahwa aku gak pernah berjuang sendiri. Ada Yesus bersamaku. Dan ini hal yang paling sering kulupakan. Salah satu lirik lagu yang paling menyentuh adalah NKB 128:1-4
  1. Ku berserah kepada Allahku
    di darat pun di laut menderu.
    Tiap detik tak berhenti,
    Bapa sorgawi t’rus menjagaku.
  2. Mawar di taman dihiasiNya,
    elang di langit pun dipimpinNya.
    Dia tentu besertaku,
    Bapa sorgawi t’rus menjagaku.
  3. Kepada Tuhan aku berserah,
    di gua singa , saat disesah.
    Dalam erang atau senang,
    Bapa sorgawi t’rus menjagaku.
  4. Meski berjalan di lembah gelap,
    Gembala baik membimbingku tetap.
    ‘Ku dihentar dan tak gentar,
    Bapa sorgawi t’rus menjagaku.
Refrein:
‘Ku tahu benar ‘ku dipegang erat,
di gunung tinggi dan samudera;
di taufan g’lap ‘ku didekap.
Bapa sorgawi t’rus menjagaku

Sewaktu menyanyi tadi aku menyadari satu hal => Tuhan membiarkanku melintasi gunung tinggi (gunung persoalan), mengarungi samudera (lautan tantangan) dan mengijinkanku berjalan dalam kegelapan (merasa sendirian) tapi tetap mendekapku. Wow.... adakah tempat ternyaman lainnya selain berada dalam dekapan seseorang? Tidak ada! Bayangkanlah Tuhan mendekapku dalam gelap. Ini sungguh luar biasa! Dia membiarkanku pergi jauh, berlayar dan mendaki serta menuruni lembah tapi selalu berjaga-jaga di sekelilingku bahkan siap selalu mendekapku jika keadaan mencekam.

Aku jadi  mengingat seorang jemaat yang sepertinya sangat 'sensi' terhadapku. Dia selalu memperhatikanku, mencari kesalahanku, dan baru akan puas jika sudah berhasil membuatku kalah atau dipermalukan. Dia gak mau terlihat bodoh, sepertinya memang senang dengan pengakuan, dan selalu melihat mahasiswa/i teologi sebagai pribadi yang sombong dengan ilmu teologinya. Awalnya aku sangat membencinya, aku gak suka dengan caranya, aku bahkan tak ingin bertemu dengannya. Namun, setelah tadi menyanyikan lagu di atas aku mengubah cara pandangku, dia Tuhan kirim sebagai gunung, samudera, taufan gelap supaya aku dilatih Tuhan menjadi tangguh. Dia Tuhan kirim sebagai alat untuk membentuk karakterku, melembutkan hatiku. Lalu aku tiba pada kesimpulan yang indah ini => Berterima kasih bagi mereka yang 'mengkritik', 'mencari-cari' kesalahan bahkan 'membenci' kita mereka menghabiskan banyak waktu mereka untuk memperhatikan kita, mereka hanya tidak tahu bagaimana menyampaikan perhatian dengan lebih ramah. Mereka membantu kita melihat kekurangan-kekurangan kita dan membantu kita membentuk kekuatan untuk tahan uji dan memberi kita 'kesempatan' untuk berefleksi menuju arah yang lebih baik. Sungguh, mereka hanya tidak mampu menyampaikan perhatian dengan lebih ramah...

Memang orang-orang 'sulit' Tuhan tempatkan di sekitar kita agar kita belajar melihat keindahan dari sisi yang lain.


@nonaRis
October 28, 2013


Minggu, 27 Oktober 2013

Au Tungga Lama Tuak

Au tungga lama Tuak
Au tungga lama Tuak
losa dona neu,

leo mae au susah
susah daek bafok ia
au tungga lama Tuak

losa dona neu.

Pernah dengar lagu di atas?
Mungkin pernah mungkin juga asing karena bukan bahasa indonesia
tapi kalo dalam bahasa indonesia aku yakin kalian pernah dengar


Saya mau ikut Yesus 
Saya mau ikut Yesus 
sampai slama-lamanya

Meskipun saya susah
menderita dalam dunia
Saya mau ikut Yesus
Sampai slama-lamanya 


Tahu, kan?
Pasti dong :) *maksa*
Aku sering banget nyanyi lagu ini dan tiap kali aku nyanyi aku selalu terharu. Betapa indahnya ikut Yesus, walaupun susah tapi tetap ikut Yesus. 
Hari ini di KKR anak lagu ini kembali dinyanyikan saat Pdt. Diana mendoakan anak-anak dan guru-guru melantunkan merdu lagu ini. Jadi benar-benar terharu dan membayangkan bahwa bahu Tuhan selalu disediakan dan diberikan bagi mereka yang mau ikut Dia.

Ini yang kurasakan hari ini
Mengapa?
karena harusnya aku lelah, capek, mungkin 'masuk angin' tapi malah gak sama sekali justru aku segar dan bisa ikut acara KKR anak tanpa sakit apa pun. Bagaimana tidak, dari hari Jumat aku ikut perjusab sampe sabtu, pulangnya teler banget trus tadi pagi jam 06.00 ke gereja dan baru pulang rumah jam 19.30, jadi MC KKR anak dengan belum mandi, seharian di gereja gak pulang-pulang. 

Tapi ajaibnya, aku justru menikmatinya, mungkin ini yang namanya AU TUNGGA LAMA TUAK
benar-benar ditopang dan diberi kesegaran oleh Tuhan. 
Secapek apa pun aku justru Tuhan beri kekuatan dan kesegaran.
Apalagi melihat wajah-wajah ceriah adik-adik sekolah minggu yang antusias dan betah duduk manis selama 2.5 jam lebih. 

Ahh... Tuhan kalo Engkau tak bimbing kami tadi, mungkin ceritanya akan berbeda. Tapi suksesnya acara tadi bukanlah kerja siapa-siapa namun Engkau. 

terima kasih untuk sukacita hari ini
untuk senyuman di wajahku yang aku sendiri heran capek kog senyum bahagia.
mungkin ini yang namanya bahagia pelayanan ^__^

Big Thanks to Bu Diana Tjie Setiawan, guru sekolah minggu teladan yang aku kagumi
benar-benar berhasil menghipnotis adik-adik

Walopun tadi gak pulang mandi, langsung jadi MC dadakan, tapi au tungga lama Tuak, losa dona neu,leo mae au susah susah daek bafok ia, au tungga lama Tuak losa dona neu.

Jumat, 25 Oktober 2013

Mama aku ingin pulang

Mama...  
aku ingin pulang
papa....
aku ingin pulang

Aku ingin pulang
menikmati tenangnya rumah
aku ingin berada di rumah
merasakan keteduhan di bawah atapnya

mama....
aku lelah disini :(
aku capek
aku rindu rumah dan keteduhannya
aku rindu senyum mama
aku rindu tepukan hangat papa di pundakku
aku rindu pelukan kalian

papa...
aku baru sadar
ternyata begini rasanya kerja
capek, lelah, nyaris putus asa
aku baru menyadari pengorbanan terbesar papa selama ini
terima kasih, pa

mama...
aku mau pulang
papa...
aku rindu rumah

ternyata lebih indah bekerja satu kota bersama papa mama
maafkan aku yang pergi begitu jauh dan begitu lama
semoga aku bisa merasakan bekerja dan menikmati hidup bersama papa mama

mama...
aku menulis ini saat ini, aku sedang benar-benar lelah
papa...
pinjam pundak untuk bersandar 
lelah :(


papa mama...
ini kerinduan terbesarku:
*aku gak tau apa bisa terkabul*
aku ingin menikmati natal tahun ini bersama kalian 
semoga Tuhan mendengar kerinduanku ini
sebab aku rindu pulang
aku rindu rumah
aku rindu papa mama



tmg, october 26, 2013
13.08

Kemah

Saat ini sedang mengikuti PerJuSab *perkemahan jumat sabtu* di sekolahan. Namanya sih perkemahan tapi gak benar-benar tidur di kemah kog. Tidurnya di ruang kelas, makannya gak masak sendiri, gak ada acara cuci piring, bahkan banyak dari siswa/i ini yang membawa peralatan lengkap, misalnya kasur, bantal, selimut, dan yang bikin geli itu ada seorang anak cowok yang menjadi satu-satunya anak cowok yang bawa kasur sementara teman-teman cowok lainnya hanya menggunakan tikar. 

Aku menikmati malam ini bersama mereka. Api unggun dan talent show tapi juga sambil nyambi ngoreksi hasil UTS. Menikmati indahnya menjadi guru ketika melihat nilai-nilai 100 yang banyak dari sebuah kelas favorit. Melihat nilai-nilai ini semangatku hari ini bertambah. Tuhan memang paling tahu cara menggandakan semangatku di saat aku benar-benar kecapean. Bahkan ketika melihat perubahan dari murid-murid yang selama ini selalu remidi tiap ulangan harian malah mendapat nilai yang paling memuaskan, di luar perkiraanku. Begini rasanya 'berhasil' menjadi pendidik. 

Oh ya mengenai perkemahan, api unggun, dan talent show aku jadi ingat beberapa perkemahan yang pernah kuikuti. Beberapa di antaranya meninggalkan kesan mendalam dan tak terlupakan. 

PIA/PIR *pesta iman anak/remaja*. Acara ini semacam jambore antar gereja. Yang pernah kuikuti adalah PIA/PIR tingkat jemaat dan klasis. Sudah tak terhitung berapa kali aku mengikuti kegiatan ini sejak SD sebagai anak sekolah minggu hingga SMA sebagai guru sekolah minggu. Dulu aku sering banget kebagian lomba PS, Lacak Alkitab, CCA, baca puisi, baca indah dan aksara. Hehheh merasa geli kalo mengingat bahwa lomba CCA pasti dimenangkan oleh groupku (narsis :p). Mungkin ini yang menggiringku sekolah teologi. Momen-momen ini menjadi indah karena ini waku bagiku dan teman-teman untuk menghabiskan banyak waktu dengan teman cowok yang aku sukai :p. Apalagi jika perkemahannya hingga 3-4 hari. Ahhhh kangen masa itu: masa-masa ababil
LMKM *Latihan Menengah Kepemimpinan Mahasiswa* di Java Muncul, Salatiga. Waktu itu datang sebagai utusan dari SEMA Fakultas Teologi UKSW. Pengalaman ini tidak terlupakan bukan karena ada momen-momen romantis atau ababil di dalamnya. Dan jangan membayangkan yang indah-indah. 'Penderitaan' lebih tepat kayaknya. Walaupun sekarang aku mensyukuri 'pelatihan' ini. Bayangkan saja waktu itu musim hujan, tendanya di sawah yang kalo gak 'terpaksa' aku ogah masuk di sawah-sawah itu (untung tidurnya pake sleeping bag), harus masak sendiri, tidak boleh membawa hp, panitia yang galak-galak, hukuman yang siap menanti, dan yang paling luar biasa adalah outbond-nya => outbond terlama yang pernah aku ikuti. Bagaimana tidak? Outbond-nya dari jam 08.00 hingga 02.00 dinihari. Gila gak?? Gila!!! Dari meniti tali di atas pohon, petualangan di tengah hujan dengan rute yang sangaaaaaaaattttt jauh, belum game di air yang penuh ikan dan bikin geli, perang air berwarna di sawah berlumpur, makan malam ditemani nyamuk yang gigitannya kayak jarum suntik, dan outbont penutup yang hanya 5 pos tapi memakan waktu hingga 7 jam (20.00-02.00) lalu tidur dengan atribut lengkap (baju basah, sepatu basah, topi di kepala, dan perlengkapan lainnya yang masih melekat di badan). Baru 2 jam tidur, jam 04.00 sudah dibangunkan plus dimarahi karena hal yang sepele. Trainer-nya marah hampir satu jam yang menurutku gak penting-penting amat. Lalu dengan kepala yang sangat berat, sakit, badan remuk, aku pulang ke kos. Waktu itu cuma berpikir andai aku membawa hp pasti aku sudah menghubungi kakak-kakak di kos untuk menjemputku pulang. Hufttt.... pengalaman itu memang menjengkelkan tapi justru membuatku belajar banyak saat ini. 
Dan yang terakhir (yang lain lupa soalnya) adalah SAL *Sekolah Alkitab Liburan* GKI Salatiga di halaman SMP Kr 02 Salatiga. Agak mirip dengan kemah kali ini karena dulu peserta SAL juga tidur di ruang kelas. Bedanya disini anak-anak sekolah minggu dilatih untuk mandiri dengan mencuci piring sendiri dan semua acara dikemas dalam kegiatan masak-masak. Mereka benar-benar membuat snack sendiri (kue, puding, minuman). Dan aku merindukan masa-masa bersama mereka :3
Yup. Inilah pengalaman-pengalamanku selama berkemah. Senang menemukan momen untuk mengingat peristiwa-peristiwa ini. Terima kasih untuk satu malam perkemahan ini, berhasil membuatku mengulang kembali kisah-kisah di atas lewat kenangan.
Selamat malam (^_^)